Rabu, Desember 1, 2021
Array

Si Dungu Bercerita

Baca selanjutnya

By:  Anasril

Berjuang langkah awal menuju kesuksesan. Banyak orang terkesan salut melihat para lulusan sarjana dengan nilai cumlaude. Ironisnya lagi, menyepelekan mahasiswa, mahasiswi  yang masih berjuang dunia kampus. “Kuliah aja kamu lama selesai, apa lagi sukses”, ujar mereka dengan roman sinis.

Pilu emang. Tidak sedikit orang tua yang ‘teriris’ hatinya,  ketika melihat anak tetangganya kelar  studinya. Sementara anaknya masih berjuang menggeluti dunia pendidikan. Hmm… Begitu dahsyatnya kasih sayang orang tua kepada anaknya. Sang ibu tegar dan besar hati saat ditanya tetangga,  “Anak Ibu kapan diwisuda?” Sebuah pertanyaan lumrah,  tapi sakitnya tu di sini.

Sang Ibu tetap sabar.  Tetap menyemangati dan mendoakan anaknya. Karena ibu tahu,  puncak kesuksesan tidak semata dilihat dari cepat atau lambat anaknya menyelesaikan kuliah. Ibu tahu, untuk mencapai kesuksesan harus menghadapi dan melintasi  onak duri.

Bakkata pepatah, “kapal yang besar tidak akan cepat menepi, jika patah kemudi. Namun perahu yang kecil akan menepi, walau hanya dengan sebilah bambu”.  Persepsi yang  meyakinkan ibu, bahwa anaknya kini sedang berjuang dalam mencapai kesuksesan hidupnya,  walau dalam keterlambatan. Ibupun tahu, anaknya galau, tergores dan tersentak, ketika teman dan kawan seperjuangan mengenakan toga.

Teman yang dulunya tempat bersendagurau, berbagi suka dan duka dalam menuntut ilmu, kini kita harus berjuang sendirian, menghadapi ketangguhan Sang Dosen.

Anak tak menampik  aksioma yang ada selama ini dimasyarakat. Siapa yang bisa, dia yang mendapatkannya. Siapa yang punya,  dia memilikinya. Kecerdasan terkadang dikalahkan dengan keberuntungan. Kepintaran terkadang dikalahkan dengan fulus. Tidak sedikit juga orang yang meraih kesuksesan diri, mengeluarkan uang yang banyak, membeli kekuasaan, membeli jabatan, membeli pengakuan, bahkan harga diripun mereka lacurkan.

Apalagi bila anak melirik dunia luar kampus. Miris  jika dunia pendidikan, sosial, hukum bahkan dunia politik harus dihargai dengan nilai rupiah, dolar atau mungkin ringgit.  Khayal akan berkata, betapa serakahnya mereka,  jika jabatan, kekuasaan, dan keberhasilan yang diraih  di impaskan dengan milai materi.

Pejamkanlah matamu sejenak, lalu engkau pikirkan. Apakah tujuan hidupmu nantinya  untuk menyuap? Apakah hidupmu nantinya  hanya untuk sebuah pujian? Apa hidupmu hanya untuk sebuah pengakuan?  Hanya diri kita sendiri yang mampu menjawab,  dimana letak dan keberadaan diri kita. Jangan biarkan kezhaliman atas diri kita. Jangan diamkan kezhaliman dihadapan mata kita. Jangan memperkosa diri sendiri.

*Aktivis  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  Provinsi Bengkulu.

Berikut Ini Motor “Offroad” Trail Terbaik Sepanjang 2021

Kupas News – Industri sepeda motor setiap tahunnya selalu mengembangkan berbagai inovasinya. Sudah pasti teknologi dan spesifikasi terkini yang diterapkan pada keluaran terbaru mereka....

Kemenaker RI akan Bangun UPTP di Bengkulu

Kupas News – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI akan membangun Balai Pelatihan Kerja (BLK) Pusat di Bengkulu. Hal ini merupakan program transformasi BLK menjadi Unit...

Polres Bengkulu Tangkap Pelaku Begal yang Terjadi di 3 Titik

Kupas News – Gabungan Opsnal Polres Bengkulu di back up anggota polsek Gading Cempaka dan anggota jatanras Polda Bengkulu melakukan penangkapan pelaku tindak pidana...

YPIB Dorong Integritas Semangat Gotong Royong dan Pendidikan Berkarakter

Kupas News - Revolusi mental merupakan salah satu cara kebijakan Pemerintahan Jokowi-Maaruf dalam mengusung visi besar Indonesia Maju. Melalui Kementerian PMK visi itu diterjemahkan...

Air Terjun Sengkuang Rekomendasi Tempat Piknik Hingga Swafoto

Kupas News – Air Terjun Sengkuang merupakan tempat wisata yang berada pada di ketinggian 1.786 mdpl terletak di Desa Mekar Sari, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten...

Terbaru