Siswa Banyak Tak Lulus Warga Demo Sekolah

0
84
siswa SMA 4 Bengkulu Tengah
siswa SMA 4 Bengkulu Tengah
siswa SMA 4 Bengkulu Tengah

kupasbengkulu.com – Harapan warga Kecamatan Pagar Jati untuk hearing dan diskusi bersama kepala SMAN 4 Bengkulu Tengah menjadi sia-sia setelah mengetahui kepala sekolah bersangkutan, Isran Effendi S.Pd tidak datang. Bahkan, karena emosi, warga sempat memanas, hingga Kepala Desa Pagar Jati, Juniaheri sempat menggebrak meja. (baca: Guru Jarang Masuk, Sudah Tiga Bulan Tidak Upacara Bendera)

Untungnya, wakil kepala sekolah urusan Kurikulum juga urusan kesiswaan bersedia menjadi pengganti Isran. Situasi sempat menjadi kacau, karena siswa yang tidak lulus bermaksud untuk mengacak-acak sekolah. Namun, setelah baru sempat menendang bak sampah, tindakan mereka sudah dihentikan oleh dewan guru dan para warga lainnya.

Juniaheri dalam kesempatan bicara, mengungkapkan pihak warga yang diwakilinya sangat khawatir dengan keadaan pendidikan di SMAN tersebut.

Selain jumlah siswa yang tidak lulus terus bertambah, mutu pendidikan juga terus berkurang. Hebatnya lagi, dari aduan warga, diketahui pungutan-pungutan dari sekolah justru semakin tinggi. Seharusnya, lanjut Juniaheri, melihat keadaan ekonomi masyarakat sekitar Pagar Jati, pihak sekolah tidak memberatkan warga dengan pungutan-pungutan seperti itu. Oleh sebab itu,  pihaknya meminta adanya usulan dari sekolah untuk mengganti kepala sekolah, kemudian dilanjutkan dengan perbaikan manajemen.

“Lagipula, seharusnya dengan pungutan-pungutan yang semakin tinggi nominalnya, mutu pendidikan harus semakin meningkat, bukan malah jeblok seperti ini, kita seharusnya malu,”tegasnya.

Dilain pihak, Wakil kepala sekolah urusan kesiswaan, Sumardi S.Sos, menyatakan bahwa sekolah juga ikut terpukul dengan keadaan ini. Soal pungutan, ia menyatakan bahwa hal itu sudah dibahas dalam musyawarah dengan pihak wali murid. Selain itu, ia juga meminta pada para warga untuk tidak menyalahkan pihak sekolah secara sepihak, karena ketidak lulusan siswa juga bisa dikatakan separuhnya adalah ketidak siapan siswa itu sendiri.

“Jangan hanya menyalahkan pihak sekolah, kita juga melihat apakah siswa itu sudah benar-benar siap, lagipula kelulusan ini tidak terkait dengan sentimen-sentimen terhadap murid tertentu,”pungkasnya. (vai)