oleh

SMPN 3 Mukomuko Terapkan Program Akselerasi

Ruang Belajar

kupasbengkulu.com – SMPN 3 Mukomuko terakreditasi A, satu-satunya Sekolah Menengah Pertama yang menerapkan program akselerasi di kabupaten Mukomuko. Program akselerasi yaitu pengadaan kelas khusus untuk murid istimewa yang disebut kelas Cerdas Istimewa (CI). Ini diterapkan dalam rangka upaya menaikkan akreditas sekolah menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN).

“Penerapan akselerasi ini sudah dimulai sejak tahun 2012, dalam rangka merintis sekolah standar nasional. Pada tahun ini kami sudah menamatkan 15 orang alumni pertama kelas CI akselerasi, dengan nilai UN rata-rata di atas 30,” ujar Drs Abdul Haris, kepala SMPN 3 Mukomuko.

Pada tahun ajaran 2014 – 2015, sekolah ini memiliki 39 siswa kelas akselerasi dari total siswa 410 orang, dengan rincian siswa kelas I sebanyak 20 orang dan kelas II sebanyak 19 orang. Sisanya masuk ke dalam kelas reguler.

Ada perbedaan antara kelas akselerasi dengan kelas reguler. Penerimaan siswa baru prosesnya tentu lebih ketat, yakni harus memenuhi kriteria dengan indeks Intellegence Quotien (IQ) di atas 130. Nilai raport Sekolah Dasar (SD) mulai kelas IV sampai kelas VI diharuskan rata-rata minimal 75 dengan peringkat kelas minimal masuk kategori 5 besar.

“Untuk tes IQ, kami bekerja sama dengan lembaga independen yang dipimpin Prof. Puji Rahayu dari Universitas Bengkulu (UNIB),” tambahnya.

Kelas akselerasi atau CI menjalani proses pembelajaran hanya dua tahun saja untuk mencapai kelulusan. Penerapan ujian akhir tidak dengan program semester, tetapi melalui program tri wulan, artinya siswa-siswi akselerasi ini melalui ujian akhir dan pembagian raport setiap tiga bulan sekali.

Jam belajar untuk kelas akselerasi lebih banyak, mulai pukul 07.30 – 16.00 WIB (Full Day). Kurikulum pembelajaran mengacu pada kurikulum K13. Para siswa diajar dan dibimbing oleh guru-guru dengan kompetensi khusus. Ruang kelas dilengkapi Air Conditioner (AC), lemari es, permadani, dan beberapa fasilitas lain yang mendukung kenyamanan proses belajar.

“Untuk menunjang program ini, kami mengandalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), ditambah dana subsidi orang tua. Belum ada dana khusus dari pemerintah daerah,”pungkasnya.(cr2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed