oleh

Soal Salat Berhadiah, Pemkot Kembali ‘Curhat’ ke KPK

salat berjamaah
Salat berjamaah di Masjid At- Taqwa Kota Bengkulu

kupasbengkulu.com – Sepekan terakhir, terendus kabar bahwasannya tak semua peserta bertahan dalam program salat jamaah berhadiah di Kota Bengkulu, yang akan mendapatkan hadiah umroh maupun haji. Hanya peserta yang digolongkan dalam kategori kurang mampu yang akan diberangkatkan.

Versi lain mengungkapkan, hadiah tersebut tetap akan diberikan bagi peserta bertahan, namun mereka tidak akan diberangkatkan serentak, melainkan harus menunggu giliran.

Sementara, hingga saat ini juga belum ada kejelasan apakah PNS yang ikut dalam program tersebut diperbolehkan atau tidak mendapatkan hadiah karena dikhawatirkan masuk ranah gratifikasi.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Bengkulu, melalui Kabag Humas, Salahuddin Yahya, mengungkapkan pihaknya akan kembali berkonsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendapatkan kepastian, mengingat program ini sudah memasuki minggu ke 35, yang artinya menyisakan 5 minggu lagi untuk memberangkatkan umroh para peserta.

(Baca juga : Salat Berjamaah, Takut Gratifikasi, Pemkot ‘Curhat’ dengan KPK)

“Mudah-mudahan di minggu ke 40 nanti kita sudah bisa mendapatkan nama-nama yang akan diberangkatkan umroh. Insyaallah Senin (13/10/2014_red), kami masih akan ke KPK untuk memastikan bahwa seluruh prosedur yang kita pakai untuk memberikan stimulus kepada jemaah, tidak ada yang melanggar aturan,” ungkap Salahuddin, Rabu (8/10/2014).

Disebutkan Salahuddin, secara teknis nantinya akan kembali dibicarakan di bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), bagaimana agar semuanya aman, nyaman, dan tidak ada pelanggaran.

“Terkait prosedur pemberangkatannya nanti akan dijelaskan kembali sepulang dari bertemu KPK,” singkatnya.

Sementara, hingga minggu ke 35 ini, masih menyisakan 150 peserta bertahan. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed