oleh

Suardi : Alhamdulillah, Berkat Samisake Bisa Kembangkan Usaha

Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan, SE, membagikan bantuan Program Samisake kepada masyarakat di Kelurahan Pekan Sabtu, Senin (24/02/2014).
Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan, SE, membagikan bantuan Program Samisake kepada masyarakat di Kelurahan Pekan Sabtu, Senin (24/02/2014).

kupasbengkulu.com – Dampak dari keberhasilan program Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake) telah dirasakan masyarakat, salah satunya oleh warga RT. 17 Kelurahan Pekan Sabtu, Suardi, yang menekuni usaha pembuatan jajanan khas Bengkulu.

Usaha ini digeluti Suardi sejak 10 tahun yang lalu dengan modal seadanya. Hingga akhirnya Suardi mendapat bantuan Samisake yang membuat usahanya kian berkembang.

“Beberapa bulan lalu saya mendapat bantuan Samisake senilai Rp  2 juta dari Walikota. Alhamdulillah dengan bantuan tersebut saya bisa mengembangkan usaha. Dari yang dulunya tidak terlalu banyak, sekarang ragam jajanan yang saya jual semakin variatif, seperti peyek, kue cucur, perut punai, kue tat, gelamai/ dodol, dan masih banyak lagi,” ujar Suardi, saat ditemui dalam acara pembagian Samisake tahap dua di Kantor Lurah Pekan Sabtu, Senin (24/02/2014).

Suardi, warga Pekan Sabtu yang menekuni usaha pembuatan jajanan khas Bengkulu yang mendapatkan bantuan samisake.
Suardi, warga Pekan Sabtu yang menekuni usaha pembuatan jajanan khas Bengkulu yang mendapatkan bantuan samisake.

Dalam pembagian Samisake tahap dua ini, Suardi kembali menerima bantuan senilai Rp 5 juta karena dinilai memiliki progres yang bagus dalam pengembalian dan kemajuan usaha. Mengapresiasi hal itu, Walikota Helmi Hasan memborong kue tat dagangan Suardi untuk dibagikan ke seluruh masyarakat yang hadir di kantor lurah tersebut.

“Saya ingin semua masyarakat bisa merasakan nikmatnya program Samisake ini. Inilah yang saya sebut APBD untuk rakyat. Kalau perbaikan jalan, drainase, dan lain sebagainya, itu memang kewajiban pemerintah. Yang real-nya dari APBD untuk rakyat adalah uang tunai kita berikan kepada masyarakat sebagai modal usaha,” jelas Helmi.

Ditambahkan Helmi, dirinya menyambut baik masyarakat yang berani menyuarakan aspirasinya demi kemajuan Kota Bengkulu. Selama ini diakui Helmi, banyak sekali pihak yang menentang program Samisake, bahkan sempat ada yang hendak melaporkan ke pihak kepolisian. Namun hal itu dinilai Helmi sebagai bentuk kewajaran, dan berharap masyarakat dapat mengkaji ulang dan berfikir lebih positif.

“Pro dan kontra terjadi di masyarakat. Ada yang mengatakan bantuan terlalu kecil, ada juga yang bilang Walikota bagi-bagi uang ke masyarakat, padahal ini untuk modal usaha. Cobalah masyarakat lebih positif memandang dampak program Samisake ini,” lanjutnya.

Selain itu Helmi berharap kepada masyarakat agar sabar menanti  proses pembangunan di Kota Bengkulu. Dirinya tak ingin masyarakat seolah melampiaskan ‘dosa’ pemerintah 20 tahun yang lalu kepadanya dan Wawali, Ir. Patriana Sosialinda.

“Kami baru 1 tahun memerintah. Kalau ada yang bilang sejak 20 tahun yang lalu jalannya belum diperbaiki, masyarakat diharap sabar menanti. Masyarakat kita banyak dan semuanya memiliki tuntutan yang sama. Dalam prinsip keadilan, biar sedikit yang penting semua kebagian,” pungkasnya. (val/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed