oleh

Sumatera dan Bengkulu Merupakan Masa Kini Indonesia

sumber: wikipedia
sumber: wikipedia

kupasbengkulu.com – Sumatera merupakan masa kini Indonesia, Jawa adalah masa lalu sementara Indonesia Timur adalah masa depan. Demikian satu kalimat menggelitik yang disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman dalam seminar regional peningkatan peran kawasan Bengkulu, Lampung, Jambi, Sumsel dan Bangka Belitung (Belajasumba) di Bengkulu, Jumat (4/7/2014).

Kawasan Bengkulu, Lampung, Jambi, Sumsel dan Bangka Belitung (Belajasumba) memiliki posisi strategis bagi pertumbuhan perekonomian nasional mengingat mulai rentannya Pulau Jawa.

“Sumatera merupakan masa kini Indonesia,” kata Irman. Seperti dikutip dari kompas.com

Dari konteks kependudukan, Belajasumba memiliki potensi 23 juta jiwa sebagai modal dasar sumber daya manusia. Dalam konteks pembangunan, kawasan ini mempunyai keunggulan berupa energi, pertanian, perkebunan, pariwisata dan sebagainya.

Sumatera merupakan pulau enam terbesar di dunia dengan luas 443 ribu kilometer per segi atau setara tiga negara yang digabung antara Jerman, Austria dan Switzerland.

Sumatera memiliki potensi mejadi pintu gerbang pasar global karena dekat dengan pusat pertumbuhan ekonomi regional seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan India.

Selat Malaka yang memisahkan daratan Sumatera dan Semenanjung Malaysia dilalui sekitar 5.000 kapal, merupakan potensi besar menjadi transportasi laut tersibuk di wilayah Asia Pasifik.

“Belajasumba tinggal menentukan kompetensi inti, harus dirancang core competence-nya,” lanjut Irman.

Ia contohkan Sumsel misalnya harus ditempatkan sebagai lumbung energi nasional, Lampung sebagai basis pertanian, Bangka Belitung sebagai provinsi kepulauan, dan seterusnya.

Selama ini menurut Irman kawasan ini terkendala dalam sistem transportasi darat, laut dan udara, seperti jalan raya, pelabuhan laut, telekomunikasi sebagai penunjang aksesbilitas antar wilayah dalam mendukung ekonomi regional kawasan.

Untuk itu dibutuhkan sebuah langkah solutif menurutnya berupa badan perencanaan pembangunan regional sebagai wadah sinkronisasi dan harmonisasi dengan Bappenas.

Sementara itu Prof. Lizar Alfansi pengajar Ekonomi Universitas Bengkulu menyebutkan soliditas dan penentuan langkah bagi penyumbang pertumbuhan nasional Belajasumba harus segera siap diantaranya memasuki masyarakat ekonomis ASEAN 2015.

“Mau tidak mau, Indonesia harus mampu beradaptasi dengan masyarakat ekonomi ASEAN 2015 ketika semua transfer sumber daya manusia dan alam bebas masuk ke sebuah negara anggota ASEAN, Bengkulu sendiri harus segera menyongsongnya agar kita tidak menjadi pasar saja dan penonton,” kata Lizar Alfansi

Ia juga menekankan agar masing-masing gubernur segera melakukan percepatan perbaikan wilayah baik dari sisi sumberdaya maupun infrastruktur pendukung termasuk pula marketing produk unggulan.

dikutip dari berbagai sumber

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed