oleh

Supir Tangki “Kencing” Akhirnya Dipecat Pertamina

Illustrasi
Illustrasi

kupasbengkulu.com – Terkait kecurangan yang dilakukan oknum supir truk tangki yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina ke SPBU di Bengkulu Selatan, Sales Executive Retail VI Wilayah Bengkulu, Sigit Wicaksono HP, mengaku pihaknya telah banyak memperhntikan supir curang tersebut.

(berita terkait:‘Kencing’ di Warung Nasi, Supir Tangki Ditangkap Polisi)

Oknum supir truck tangki itu kedapatan membongkar muatan secara illegal atau dikenal dengan istilah “kencing.

“Memang banyak oknum supir truk yang nakal diberhentikan oleh Pertamina setelah kami mendapat klaim dari pihak SPBU. Tindakan tersebut tidak hanya merugikan SPBU, tapi juga merugikan Pertamina,” kata Sigit.

Ia menjelaskan, dalam dunia perminyakan ada standar penguapan (losses) BBM yang masuk dalam tahap toleransi, yakni sebesar 0,15 persen dari total muatan. Apabila losses lebih dari itu, maka supir truk tangki harus menggantinya dengan uang.

Namun apabila supir tersebut tertangkap tangan melakukan penyelewengan, maka akan dikenakan hukuman hingga sanksi pemberhentian.

“Dalam pendistribusian BBM ini pasti ada losses, tapi dilihat dulu lossesnya masih wajar atau tidak. Kalau tidak wajar jelas akan menjadi pertanyaan, makanya Pertamina ada program Zero Losses. Jadi apabila pihak SPBU komplain terjadi kekurangan, maka kekurangan itu akan kami ganti, tapi dengan catatan kekurangannya masih wajar,” paparnya.

Terkait dengan indikasi kecurangan yang dilakukan supir truk tanki BBM di Bengkulu Selatan beberapa waktu lalu, Sigit menjelaskan bahwa setelah diselidiki ternyata supir tersebut memang melakukan pembongkaran muatan BBM. Namun BBM tersebut adalah BBM sisa dari pengisian ke SPBU Kutau, Kota Manna.

“Kami sudah mengonfirmasi terkait indikasi tanki ‘kencing’ itu. Ternyata pada saat itu mobil tangki sudah selesai bongkar di SPBU dan hendak makan di warung nasi. Di warung nasi itu mereka juga menyalin BBM dari tangki dan BBM itu adalah BBM sisa. Sebab walaupun waktu bongkar tangki sudah kosong, namun setelah didiamkan BBM yang nempel di dinding tangki akan mengendap, jadi ada sisanya,” demikian Sigit. (beb)

Rekomendasi