oleh

Tabrak Tiang Ruko Sopir Grand Max Tewas

teras JJ Eskrim roboh

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Laka maut kembali terjadi di Kabupaten Bengkulu Selatan. Kali ini dialami warga Tanjung Aur I, Kecamatan Pino Masat Bengkulu Selatan. Rudi Hartono (43), tewas di tempat setelah mobil Grand Max BD 9725 BD, yang dikendarainya menabrak tiang teras ruko milik JJ Es krim hingga roboh, dan menghantam dinding dan tiang ruko Toko Makmur, yang berjualan material bangunan, di Jalan Ahmad Yani Pasar, Kota Manna, Senin (6/4/2015).

Data terhimpun, korban melaju dari arah Pagar Alam dengan mobil pick up Grand Max bermuatan duku, tujuan Pasar Ampera Manna.

Diduga mengantuk, sewaktu korban melintas di jalan dua jalur Jalan A Yani Pasar Manna, 50 meter sebelum Simpang Tiga Rembio dari arah Pagar Alam.

Mobil yang dikendarai korban bersama pemilik duku yakni Kusmairi (41), warga Kota Pagar Alam yang duduk di sebelah korban tiba–tiba nyelonong keluar badan jalan dan menabrak tiang teras ruko milik JJ es krim yang terbuat dari kayu hingga roboh, dan juga menabrak dinding dan tiang ruko Toko Makmur.

Sementara pemilik duku yakni Kusmiarti sempat meloncat dari dalam mobil dan akhirnya selamat. Kusimiarti hanya mengalami luka lecet pada bagian tangan dan kakinya, sedangkan buah duku yang ada di bak belakang mobil berhamburan di tempat kejadian.

“Kemungkinan ngantuk sopir Mobil Grandmax ini, masalahnya kejadian ini saat jam sepi yakni tengah malam hari tadi,” kata Wahidin warga Pasar Manna saat melihat posisi kendaraan mobil Grand Max yang masih berada di tempat kejadian perkara (TKP), Senin, (6/4/2015).

Saat warga berdatangan, lanjut Wahidin, posisi korban masih berada di dalam mobil dalam kondisi terjepit dan tak bernyawa lagi. Sekitar 20 menit korban baru bisa diangkat dari dalam mobil dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Hasanuddin Damrah (RSUDHD) Manna.

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP. Abdul Muis melalui Kasat Lantas AKP Andrianto, didampingi Kanit Laka Ipda Agus Antoni membenarkan, adanya kecelakaan tunggal yang menyebabkan sang sopir Rudi Hartono meninggal dunia.

“Kecelakaan ini murni kecelakaan tunggal, dugaan kita sementara sopirnya ngantuk. Sementara pemilik duku yang selamat belum sempat dimintai keterangan. Saya imbau kepada sopir atau pengemudi kendaraan, kalau sudah merasa lelah dan mengantuk agar menghentikan kendaraannya dan istirahatlah dahulu hingga rasa kantuknya hilang,” imbau Agus.(tom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

eighteen − 7 =

News Feed