oleh

TDL Naik, Tarif PDAM Naik?

Dirut PDAM
Dirut PDAM, Sjobirin Hasan

kupasbengkulu.com – Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sejak bulan Juli 2014, tampaknya berimbas pada tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kota Bengkulu. Hal ini dikatakan Dirut PDAM, Sjobirin Hasan. Menurutnya, kondisi keuangan PDAM mesti diposisi FCR (Full Cost Recovery), yang berarti seluruh biaya operasional harus tertutupi. Sedangkan biaya listrik termasuk biaya yang cukup besar untuk operasional di PDAM, berkisar antara Rp 700 hingga Rp 800 juta setiap bulan guna pembayaran listrik. Sehingga, kata dia, ketika ada kenaikan seperti ini, tentunya mengganggu kinerja keuangan PDAM.

“Masalah tarif, saya tidak pernah memberikan statement pasti akan naik, meskipun TDL naik. Karena bagaimana pun juga keputusan penyesuaian tarif adalah sesuatu yang kita kaji dengan matang. Namun yang mesti ditekankan, sebisa mungkin PDAM harus berada pada posisi FCR,” kata Sjobirin, Sabtu (6/9/2014).

Sjobirin menambahkan, saat ini konsisi PDAM belum bisa menutupi seluruh biaya operasional. Sebab, pihaknya tengah menghitung secara cermat untuk menyesuaikan tarif PDAM dengan TDL yang baru. Kondisi ini membuat tarif PDAM yang dikenakan bervariasi tergantung kelas pelanggan. Untuk pelanggan terbanyak berada pada kategori rumah tangga, yang dipatok tarif kisaran Rp 2.300 per M3 untuk 10 M3 pertama.

“Perlu dipahami bentuk tarif di PDAM ini berbeda dengan BUMN lain. Seperti Pertamina dan PLN yang disubsidi pemerintah. PDAM tidak demikian, harga disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat. Tidak berbasis pada seberapa besar perusahaan mendapatkan keuntungan, bukan murni profit oriented, tapi ada sisi sosial yang harus dikedepankan,” lanjut Sjobirin.

Sjobirin berharap, kepada masyarakat agar benar-benar memahami apabila suatu saat PDAM menyesuaian tarif. Karena pada dasarnya secara ekonomi PDAM tidak mungkin beroperasi, ketika tarif itu tidak bisa menutupi biaya operasional yang dibutuhkan.

“Masalah kenaikan tarif dan waktunya kapan itu adalah sesuatu yang akan kami kaji,” pungkas Sjobirin.(val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

9 + 12 =

News Feed