oleh

Terjaring Razia, PNS dan Pelajar Menangis

Tampak 3 pelajar SD yang kedapatan petugas Satpol PP Kota Bengkulu sedang berkeliaran di pusat perbelanjaan di Kota Bengkulu, Rabu (29/01/2014).
Tampak 3 pelajar SD yang kedapatan petugas Satpol PP Kota Bengkulu sedang berkeliaran di pusat perbelanjaan di Kota Bengkulu, Rabu (29/01/2014).

kupasbengkulu.com – Sejumlah PNS dan pelajar terjaring razia Satpol PP di kawasan pusat perbelanjaan Mega Mall dan Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu, pada Rabu (29/01/2014).

Tercatat ada tiga pelajar dari SDN 4 Kota Bengkulu dan seorang pelajar SMPN 1 Pondok Kelapa yang sedang berkeliaran di jam belajar dan langsung dinaikkan ke mobil Satpol PP. Terlihat para pelajar ini menangis tersedu-sedu karena ketakutan.

Diakui 3 pelajar SD masing-masing berinisial, En, Dg, dan Rk, siswa kelas 4 SD dari SDN 4 ini, saat ditangkap mereka sedang menemani An, siswa kelas 1 SMPN 1 Pondok Kelapa membeli kamus di Mega Mall.

“Kami cuma ikut nemani Abang An beli kamus, langsung ditangkap,” tutur Dg.

Sementara itu, petugas juga merazia sejumlah PNS yang berkeliaran di mall saat jam kerja masih berlangsung.

“Saya ini diberi tugas oleh atasan untuk ke bank. Saya transfer dulu di ATM yang ada di Mega Mall ini. Saya bukan mangkir dari jam kerja, kecuali kalau saya bawa belanjaan. Seharusnya petugas tidak perlu tarik-tarik saya begini. Saya bisa datang sendiri ke kantor anda. Tidak perlu mempermalukan saya seperti ini,” elak Hermina sambil menangis.

Sementara Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Jahin L, S.Sos, mengungkapkan tujuan dari razia hari ini adalah untuk menjaring pelajar maupun PNS yang berkeliaran saat jam belajar dan jam kerja demi menegakkan Perda dan aturan yang berlaku.

“Mereka yang ditangkap akan didata terlebih dahulu. Setelah itu PNS Kota yang terjaring akan diserahkan ke BKD Kota untuk proses lebih lanjut. Kami juga akan koordinasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu terkait pelajar yang terjaring razia,” ungkapnya.

Menurut Jahin, banyaknya pelajar yang sering tertangkap razia Satpol PP pada dasarnya adalah bukan salah dari pelajar itu sendiri, melainkan dari guru piket yang ada di masing-masing sekolah.

“Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pelajar itu. Yang salah adalah guru piketnya, kenapa anak ini bisa sampai bolos,” katanya lagi.

Jahin menambahkan untuk PNS Provinsi yang ikut tertangkap, kewenangannya akan di serahkan ke pemerintah Provinsi.

“Untuk PNS Provinsi karena bukan kewenangan kita maka akan diserahkan ke dinas yang berwenang,” demikian Jahin.(val)

PNS yang Tertangkap Saat Jam Dinas di Mall :

– Rosi, dari Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Kota
– Hermina Kumari, dari Dinas Sosial Provinsi
– Titi dan Pratiwi, dari Rumah Sakit Jiwa
– Arief, dari Pemda Kota
– Desi dan Yus, belum mau memberitahukan instansinya kepada petugas.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed