Site icon Kupasbengkulu.com

Tidak Ada Penyelesaian Konflik, PT. Pamor Ganda Terkesan Anggap Remeh Pemerintah

Gubernur LIRA Provinsi Bengkulu bersama Sekretaris LIRA Aurego Jaya, Foto: Dok

Kupas News, Bengkulu – Polemik antara masyarakat penyanggah dengan PT. Pamor Ganda yang tak kunjung selesai membuat DPW LIRA Provinsi Bengkulu semakin geram dan angkat bicara.

Gubernur LIRA Magdalena Mei Rosha mengatakan pihak PT. Pamor Ganda terkesan menganggap remeh pemerintah. Hal ini setelah ditandainya kesepakatan yang pernah ditandatangani bersama.

“Kita sudah dua kali menandatangani kesepakatan itu. Tapi sampai saat ini hanya masyarakat saja yang sudah menjalankan kesepakatan itu. Justru dari pihak perusahaan tidak komit. Kami akan meminta pejabat yang berwenang untuk kembali memfasilitasi pertemuan pada kesepakatan ketiga. Jika nanti terbukti masih belum ada realisasinya, maka pamor ganda memang tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan konflik dan masyarakat juga menganggap tidak ada perlindungan untuk mereka dari pemangku kebijakan di provinsi ini,” kata wanita yang akrab di sapa Ocha, Jumat, (20/1).

Ia menambahkan jika hal ini masih tidak bisa diselesaikan ditingkat provinsi, Ocha menyebut akan membawa persoalan ini ke tingkat nasional.

“Kami akan jadikan ini sebagai masalah nasional dan akan kami limpahkan ke DPP LIRA di Jakarta. Masyarakat sudah cukup sabar menunggu niat baik dari masing masing pihak, tapi sampai hari ini tidak ada,” sesalnya.

Ocha menegaskan bahwa ini kali terakhir dirinya menunggu pihak PT. Pamor Ganda untuk merealisasikan perjanjian, salah satunya membentuk tim tekhnis penyelesaian konfilk yang disertakan LIRA didalamnya.

“Sampai saat ini LIRA tidak ada masuk dalam daftar tim teknis penyelesaian konflik. Tentu ini menjadi pertanyaan bagi kami mengapa mereka enggan sekali mengajak LIRA padahal ini adalah kesepakatan bersama. Apa mereka takut jika LIRA ikut terlibat? Jika sampai akhir bulan ini tidak juga ada kepastian kami akan membawa ini ke DPP LIRA dan kami juga tidak bisa menjamin situasi dibawah akan tetap kondusif karena yang tidak komitmen bukan masyarakat, tapi pihak PT. Pamor Ganda sendiri,” tutupnya.(Rls)

Exit mobile version