Beranda DAERAH BENGKULU Tidak Dikeruk, Pelabuhan Pulau Baai Diprediksi Bertahan 2 Tahun

Tidak Dikeruk, Pelabuhan Pulau Baai Diprediksi Bertahan 2 Tahun

0
Direktur Utama PT. Pelabuhan Indonesia II atau IPC, R. J Lino, sedang memberikan pemaparan kepada Wapres Boediono, tentang kondisi alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu terkini.
Direktur Utama PT. Pelabuhan Indonesia II atau IPC, R. J Lino, sedang memberikan pemaparan kepada Wapres Boediono, tentang kondisi alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu terkini.
Direktur Utama PT. Pelabuhan Indonesia II atau IPC, R. J Lino, sedang memberikan pemaparan kepada Wapres Boediono, tentang kondisi alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu terkini.

kupasbengkulu.com – Direktur Utama PT. Pelabuhan Indonesia II atau IPC, R.J Lino mengatakan, dalam setahun pengerukan pelabuhan mesti dikeruk sebanyak 2 kali. Hal tersebut guna menghindari pendangkalan serta menghambat arus lintas lintas di Pelabuhan Pulau Baai untuk kapal kapasitas muatan besar.

Ia mengatakan, pengerukan di pelabuhan pulau baai mesti dikeruk sedalam 14 meter. Jika hal tersebut dilakukan maka kapal kapasitas 60.000 ton bisa masuk dan bersandar di Pelabuhan Pulau Baai.

”Sekarang mana bisa kapal kapasitas besar masuk ke pelabuhan, sebab masih terjadinya pendangkalan disana,” kata Lino, Minggu (1/6/2014).

Lino memastikan, jika pengerukan tidak dikeruk dalam waktu 2 tahun, maka pelabuhan pulau baai bakal lumpuh. Selain itu, tambah dia, pengajuan pengerukan alur tersebut sudah diajukan sejak tahun 2013 lalu. Namun, penolakan pengerukan alur terjadi bulan Januari 2014 hingga bulan Juni.

”Kita minta dengan kedatangan Pak Wapres izin pengerukan bisa dilakukan dan dikeluarkan izin. Sebab itu sangat berpengaruh pada kapal-kapal muatan besar bermuatan besar,” harap dia.

Ia menambahkan, kinerja operasional pelabuhan Bengkulu mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, pelayaran dalam negeri meningkat sebesar 14 persen dari 2.290.729 GT (Gross TOn) pada tahun 2012 menjadi 2.615.023 GT pada tahun 2013. Sedangkan pelayaran luar negeri naik sekitar 8 persen dari 1.432.147 GT tahun 2012 menjadi 1.554. 279 GT pada tahun 2013.

”Kinerja Pelabuhan Bengkulu meningkat pesat, saat IPC melakukan pengerukan alur pada tahun 2011,” terang Lino.

Pelabuhan Pulau Baai, tambah dia, saat ini memiliki kedalaman hingga -13,5 Lws. Pengerukan ini berhasil menumbuhkan pasar peti kemas yang sempat hilang dalam kurun waktu 2008 hingga 2011 akibat alur yang dangkal.

”Arus barang peti kemas meningkat dua kali lipat dari 7.452 TEUs pada tahun 2012 menjadi 14.798 TEUs pada tahun 2013,” jelas Lino.

Manajemen IPC Cabang Bengkulu, jelas Lino, terus berbenah diri melakukan serangkaian strategi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pelabuhan. Seperti, dengan pembangunan terminal curah cair yang dapat menampung potensi Cruide Palm Oil (CPO) di Bengkulu, dengan kapasitas sekitar kurang lebih 1.200.000 ton per tahun, pembangunan terminal peti kemas, terminal mobil dan livestock terminal.(gie)