oleh

Titiek Kartika: Perempuan Sebagai Kekuatan Politik

peserta seminar nasional "peranan perempuan dalam pemilu" di Grage Horizon Hotel, Kamis (6/2/2014)
peserta seminar nasional “peranan perempuan dalam pemilu” di Grage Horizon Hotel, Kamis (6/2/2014)

kupasbengkulu.com – Pakar Politik Fisip Unib, Titiek Kartika Hendrastiti mengungkapkan sesungguhnya wanita berperan penting dalam keberlangsungan pertarungan politik. Hal ini seperti disampaikannya dalam Seminar Nasional Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, dengan tema ‘Peran Wanita dalam Mensukseskan Pemilihan Umum’, pada Kamis (06/02/2014) di Krakatau Function Room, Grage Horizon Hotel.

Menurutnya, dulu laki-laki mendominasi area pertarungan politik. Sejak lima belas tahun terakhir, perempuan Indonesia turut meramaikan political battle fields itu, sebagai kekuatan politik alternatif yang terus menguat.

“Keempat pilar yang dimaksud dalam semnas ini adalah bagaimana perempuan ditempatkan pada masyarakat dan dinamika perubahannya, gerakan sosial yang mendorong peningkatan keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan politik dan kemajuan substansi instrumen hukum, gerakan organisasi perempuan, serta kesadaran perempuan untuk memilih sebagai manifestasi penyelamatan pemilu dari kecurangan,” terang Titiek.

Ditambahkan Titiek bahwa setiap wanita harus memiliki kesadaran dalam hal politik.

“Perempuan berada dilapis atau segmentasi yang berbeda-beda, yang berimbas pada kesadaran mereka. Banyak yang menganggap sebetulnya untuk apa mereka susah-susah datang ke TPS untuk mencoblos setelah itu tidak ada efek apa-apa,” katanya.

“Itu kan sebenarnya ada distorsi antara konstituen perempuan dengan wakil yang didukungnya. Distorsi ini bisa disengaja bisa tidak, karena tidak semua konstituen ini aktif bertanya visi misi caleg,” sambung Titiek.

Dikatakan Titiek, dengan demikian seharusnya kaum wanita mengerti bahwa mereka juga memiliki kekuatan di dalam politik, sehingga dengan demikian pada saat Pemilu yang ditanya bukanlah aspek materi atau praktek ‘wani piro’, tapi apa yang ditawarkan caleg demi kemajuan bangsa.

“Jika masing-masing lapisan paham, maka demokrasi dapat berjalan dengan sehat,” demikian Titiek. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed