oleh

Tolak Hasil Konferda, Kantor PDIP Provinsi Bengkulu Disegel

penyegelan
Aksi penyegelan kantor DPD PDI Perjuangan

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Terpilih kembalinya Elva Hartati sebagai Ketua DPD PDIP Provinsi Bengkulu, mengundang polemik. Pasalnya, kubu Jailani Waris dan Ismael Saleh menolak keras hasil Konferda yang digelar, Rabu (11/3/2015) malam di Hotel Rio Asri Bengkulu tersebut.

Salah satu bentuk penolakan yang dilakukan oleh kubu Jailani Waris, dengan menyegel kantor DPP PDIP Provinsi Bengkulu, di kawasan Tanah Patah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu.

Aksi penyegelan ini dilakukan oleh beberapa orang kader partai yang dipimpin oleh Juanda, Ia mengatakan, aksi penyegelan dilakukan lantaran melihat hasil konferensi daerah ke-4 tersebut menyalahi aturan terutama anggaran dasar Partai Pasal 56 huruf B.

“Aksi penyegelan ini kami lakukan lantaran melihat hasil konferensi daerah ke-4 tersebut menyalahi aturan terutama anggaran dasar partai pa​sal 56 huruf B, dan apa yg terjadi saat konferda berlangsung lebih cenderung pada pemaksaan kehendak, kepentingan Elva Hartati di akomodir padahal Elva hanya mendapatkan satu dukungan suara dari DPC PDIP Kota yakni dari anaknya sendiri, Mirsa,” kata Juanda, saat diwawancarai awak media.

Juanda juga menjelaskan, bahwa kemenangan Elva Hartati lebih cenderung bernuansa nepotisme, pasalnya anggota keluarga Elva yang menjadi kader PDIP akan mencalonkan diri di berbagai posisi strategis di Provinsi Bengkulu.

“Ismail mendapat sembilan dukungan sedangkan Elva hanya satu, tapi kok yang dimenangkan dan disahkan adalah Elva, ini jelas nuansa nepotisme karena Elva sebagai anggota DPR RI ingin menjadi Ketua DPD, Dadang suaminya mau nyalon gubernur. Mirsa anaknya mau Ketua DPC Kota mau juga nyalon Bupati Bengkuu Selatan, kan jelas Nepotisme,” tambah Juanda.

Dalam waktu dekat ini, Juanda akan melaporkan persoalan penyalahan aturan yang dilakukan dalam Konferda tersebut ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri di Jakarta, dan tidak akan membuka segel tersebut hingga ada penyelesaian dari Presiden ke-5 RI tersebut.

“Paling lama selasa ini saya akan tiba di Jakarta untuk melaporkan persoalan ini ke Ketua Umum PDIP Ibu Megawati, dan belum akan membuka segel tersebut hingga ada penyelesaian dari beliau,” tegas Juanda.(cr13)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

five × 1 =

News Feed