oleh

Tradisi ‘Tibean’ Panen Padi Masih Melekat Pada Anak Muda Kaur

-Tak Berkategori-4 views
Tradisi Tibean Panen Padi Masih Melekat Pada Anak Muda Kaur
Tradisi Tibean Panen Padi Masih Melekat Pada Anak Muda Kaur

Kaur, kupasbengkulu.com – Tradisi “Tibean” dalam bahasa Daerah Kabupaten Kaur artinya adalah saling membantu dengan cara bergantian saat musim panen padi tiba. Tibean ini tidak hanya dilakukan oleh kaum ibu dan bapak, melainkan dilakukan juga oleh remaja atau bujang gadis, walaupun tidak banyak lagi yang menggunakan tradisi ini, namun disebagian desa masih melakukannya seperti yang dilakukan para remaja warga Desa Pengubaian.

Disini setiap musim panen tiba mereka saling membantu, dan ramai-ramai kesawah salah satu teman mereka untuk membantu menyabit padi atau menggiling padi bahkan mengangkut padi hingga sampai kerumah. Hal ini mereka lakukan dengan bergiliran atau bergantian kesawah-sawah teman mereka. Namun ada juga teman mereka yang dari luar desa dan tidak punya sawah juga membantu mereka, karen tertarik dengan kekompakan dan rasa saling menolong yang mereka miliki.

Rudi (20) salah satu pemuda mengatakan, jika kebiasaan ini sudah mereka ketahui sejak mereka masih kecil hingga sekarang ini. Dan ini cukup membantu mereka untuk menyelesaikan pekerjaan memanen padi dengan cepat. Sehingga bisa membantu yang lainnya tanpa meminta imbalan apapun. Dan mereka tidak pernah memperhitungkan tenaga yang telah diberikan atau seberapa banyak mereka mengeluarkan tenaga untuk teman mereka.

“Cara ini sudah sejak lama tertanam dan menjadi tradisi, dan sebagai pemuda daerah kami tidak akan pernah menghilangkan tradisi ini, karena ini merupakan ciri khas yang menjadi kebanggaan tersendiri ditengah-tengah kecanggihan tekhnologi. Meskipun menggunakan alat mesin kami juga masih tibean seperti mengangkut padi dari sawah kejalan tempat yang bisa dijangkau oleh mobil angkutan, hingga sampai dirumah juga menurunkannya secara tibean,” tutur Rudi yang saat itu berada ditengah sawah temannya.

Saat melakukan tibean ini mereka. Bekerja tidak terasa capek karena diiringi dengan senda gurau serta hiburan musik yang biasanya mereka setel dengan lagu-lagu lawas, namun tetap cepat bekerja dengan penuh semangat. Sehingga tanpa terasa pekerjaan terasa cepat selesai.(mty)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

4 + three =