oleh

Ujian Akhir SBK, Siswa Wajib Adakan Pentas Seni

Para siswa sedang berlatih untuk persiapan Pentas Seni untuk ujian akhir mata pelajaran Seni Budaya, dan Keterampilan (SBK).
Para siswa sedang berlatih untuk persiapan Pentas Seni untuk ujian akhir mata pelajaran Seni Budaya, dan Keterampilan (SBK).

kupasbengkulu.com – Menjelang Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang sudah di depan mata, ratusan siswa SMP dan SMA dari berbagai sekolah di Kota Bengkulu berkumpul di gedung Taman Budaya Kota Bengkulu.

Para pelajar tersebut sedang berlatih dalam rangka mempersiapkan ujian akhir mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) yang akan digelar dalam bentuk Pentas Seni (Pensi).

Mereka yang berkumpul hari ini antara lain siswa dari SMPN.8 dan SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu.

“Latihan ini dalam rangka persiapan ujian akhir SBK tanggal 7 Februari ini. Kami disuru buat Pensi, jadi persiapan harus matang,” ujar Winda Ramadhani, siswa kelas XII IPA Reguler, SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu, pada Senin (03/02/2014).

Kurikulum saat ini memang mengharuskan para siswa untuk mengaplikasikan semua pelajaran yang di dapat dalam bentuk pertunjukan atau hasil karya yang sesungguhnya.

Dituturkan Evi, pelatih tari dari Sanggar Arastra, banyak siswa SMP dan SMA yang meminta jasa diajarkan musik, tari, serta kesenian lainnya demi persiapan ujian akhir ini.

“Latihan ini sudah dimulai sejak bulan November 2013 lalu. Banyak siswa yang kami latih, seperti dari SMA.N 1, SMA.N 7, SMA.N 8, SMA.N 10, SMA.N 4, dan SMA.N 3, SMP.N 8, dan masih banyak lagi. Kalau mau bagus memang harus latihan ekstra dengan pelatih yang berpengalaman,” tutur Evi.

Dalam pementasan tari di acara Pensi nanti, salah satu kelompok dari SMA Muhammadiyah 4 akan menampilkan Tari Nyelang yang berasal dari Bengkulu Utara.

Dijelaskan Evi, Tari Nyelang adalah sebuah tarian yang digunakan menjelang pengukuhan tokoh masyarakat. Pelita dalam tarian tersebut melambangkan terang dalam kegelapan.

“Diharapkan melalui kurikulum yang seperti ini para pelajar dapat lebih mendalami kesenian daerah yang ada di Bengkulu, sehingga kesenian tersebut tidak hilang dan digantikan dengan budaya negara luar,” demikian Evi. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed