oleh

UMB Siapkan Berkas Pengajuan Akreditasi

Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Dr. Khairil, M.Pd.
Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Dr. Khairil, M.Pd.

kupasbengkulu.com- Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) terus berjuang untuk pengajuan akreditasi. Saat ini berkas untuk pengajuan akreditasi sedang disiapkan, ditargetkan akan selesai pada Bulan Maret mendatang. Hal ini dikemukakan Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Dr. Khairil, M.Pd, Rabu (12/02/2014).

“Kita tidak usah khawatir, kita akan berupaya keras agar UMB segera diakreditasi, tim sudah dibentuk dan kita menargetkan Bulan Maret semuanya sudah siap,” ujar Khairil optimis.

Dikatakannya, terkait akreditasi ini, sebanyak 600-an Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia, yang berada dibawah naungan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) telah menemui anggota DPR RI, Senin (20/01) lalu. Kunjungan tersebut, ungkap Khairil untuk menyampaikan berbagai persoalan di Perguruan Tinggi, khususnya PTS.

“Permasalahan yang disampaikan diantaranya, Kemendikbud terlalu mengatur yaitu etatisme, yang membuat pendidikan ini jauh dari ruh-ruh akademik. Untuk regulasi memang kewenangan Kemendikbud, terutama tentang permasalahan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012. Pasalnya, pelaksanaan UU ini sudah mendekati batas waktu, namun belum ada persiapan,” tuturnya.

Dijelaskannya, UU No 12 Tahun 2012 mengatur bahwa PT harus memperoleh akreditasi, baik pada level institusi, maupun Program Studi (Prodi). PT akan diakreditasi oleh BAN, kemudian untuk program studi oleh LAM.

“Kita melihat kesiapan di Kemendikbud dan Ditjen Dikti masih sangat kurang. Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) satupun belum ada. Badan Akreditasi Nasioanal (BAN) yang sudah diberi amanah bertahun-tahun jika tidak mampu mengakreditasi,”ungkapnya.

Saat ini berdasarkan data evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED), jelas dia, dari 3.151 Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Indonesia, sebanyak 3.068 atau 97 persen merupakan PTS. Sedangkan PTN hanya berjumlah 83 atau 3 persen. Untuk Jumlah mahasiswa yang ditampung PTS sebanyak 2.298.830 atau sebesar 72 persen, sedangkan PTN hanya dapat menampung sebanyak 907.323 atau 20 persen.

“Adapun jumlah tenaga pengajar atau dosen PTS mencapai 122.092 orang atau 50 persen dari jumlah keseluruhan dosen di Indonesia, 273.734 orang,” terang Khairil kepada.

Untuk jumlah perguruan tinggi yang telah diakreditasi, tambah dia, masih kurang dari 120 PT dari 3.218 PT, 93 PTN, 614 Perguruan Tinggi Agama Negeri dan Swasta. Selain itu ada 5.012 prodi yang akreditasi dan reakreditasinya belum diproses karena keterbatasan anggaran.

“Seluruh persoalan ini telah disampaikan di DPR RI, agar ditindaklanjuti ke Kemendikbud dan Dirjen Dikti, sehingga PTS tidak dipandang sebelah mata dan di diskriminasi serta terancam ditutup,” tandasnya.(cr1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed