oleh

Untuk Sekolah, Siswa Ini Jual Sayuran

Mimit
Mimit berfoto bersama dewan guru

kupasbengkulu.com – Secercah asah masih tertanam di dalam diri seorang anak yang bernama Mimit Sugiono. Masih terasa bagai mimpi baginya saat ini ia bisa duduk di kelas X jurusan Peternakan SMKN 3 Kabupaten Bengkulu Tengah.

Nasibnya, tidak seberuntung anak seusianya, untuk mengenyam pendidikan Mimit selama ini disekolahkan bapak angkatnya, Ibnu Abasri. Sebab, orangtua kandung Mimit tidak dapat menyekolahkannya, lantaran tidak mampu membiayai.

Pasalnya, orangtua Mimit tidak dapat bekerja, karena menderita sakit asma yang sudah menahun, sedangkan Ibunya hanya bekerja sebagai buruh harian di salah satu perusahaan di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Dengan segala keterbatasan ini, tidak lantas membuat anak kedua dari lima bersaudara ini berkecil hati. Sehari-hari setelah pulang dari sekolah bekerja membantu bapak angkatnya untuk berjualan sayur di rumah ayah angkatnya di Desa Tanjung Terdana. Setelah itu, Mimit menyempatkan diri untuk belajar.

Sebuah harapan dan impian harus di raih sosok Mimit, yang bercita-cita menjadi guru ‘Oemar Bakri’ ini. Disela keterbatasannya Mimit yang memiliki tubuh kecil ini, setelah menyelesaikan kewajibannya, masih bisa menghabiskan waktu untuk bermain bersama teman seusianya.

Di sekolah ia dikenal periang, namun dirinya tak dapat menyembunyikan haru dalam benaknya saat kupasbengkulu.com mencoba memintanya menceritakan kisah hidupnya.

“Aku dulu mau ditaruh di panti asuhan, aku pasrah dulu. Tapi, datang ayah angkat aku sekarang, dia bilang dari pada aku di panti biar dia saja yang sekolahkan. Aku sangat bersyukur Allah mempertemukan dengan ayah angkat aku,” cerita Mimit dengan nada sedih sembari meneteskan air mata, kepada kupasbengkulu.com, Selasa (2/9/2014).

Remaja bertubuh kurus ini menyampaikan, keinginannya dapat kuliah dan menjadi sarjana agar cita-citanya untuk menjadi guru dapat diraih.

“Adik saya 3 masih kecil semua, mereka harus sekolah,” harap Mimit.

Secara terpisah, Guru di SMKN 3 mengungkapkan, jika Mimit merupakan anak yang periang dan memiliki semangat belajar yang baik.

“Dia rajin masuk, belajar rajin dan cukup pintar. Kemauannya belajarnya tinggi,” aku Sonya, salah seorang guru yang mengajar Mimit.

Mimit telah mengajari kita tentang arti bersyukur dan kegigihan. Betapapun getirnya hidup ini, namun harus tetap semangat dan punya keinginan kuat untuk menggapai cita. Tuhan Maha Kaya selalu punya cara untuk memberikan pertolongan asalkan kita tak pernah menyerah.

Penulis : Evi Valendri, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

4 × five =

News Feed