oleh

Wali Kota dan Wakilnya Dicekal oleh Kejaksaan

Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE.
Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE.

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Kejari Bengkulu menetapkan Wali Kota Helmi Hasan dan wakilnya Patriana Sosialinda dicekal tak dapat berpergian ke luar daerah itu. Selain kedua petinggi daerah itu terdapat beberapa pejabat lain yang telah berstatus sebagai tersangka dugaan dana Bansos sebesar Rp 11,4 miliar ikut pula dicekal.

Pencekalan ini dilakukan kejaksaan setelah korps adhyaksa itu memanggil sebanyak dua kali para tersangka namun tak ada yang datang memenuhi panggilan.

Kejari Bengkulu, Wito, menyatakan terhadap pihaknya telah berkoordinasi dengan otoritas Bandara Fatmawati, Bengkulu, kepolisian agar para tersangka tidak keluar dari Kota Bengkulu.

“Harusnya hari ini, Kamis (9/4/2015), jadwal wali kota diperiksa namun ia tak hadir, menurut Pasal 50 KUHP jika 3 kali tidak hadir juga, kita akan jemput secara paksa,” ujar Wito.

Wito mengatakan pencekalan ini berlaku sejak, Kamis (9/4/2015) sebagai antisipasi para tersangka agar tak melarikan diri, para tersangka dilarang keluar dari Bengkulu. Jika harus keluar karena alasan yang tidak bisa ditolerir, maka tersangka wajib mengantongi izin dari tim penyidik.

Selain mencekal Wali kota dan wakilnya, kejaksaan juga mencerkal tersangka lain diantaranya mantan wali kota Ahmad Kanedi yang juga sebagai anggota DPD RI dapil Bengkulu, Mantan Ketua DPRD Kota Bengkulu, Sawaludin Simbolon, Irman Sawiran dan Sandy Bernando dan Direktur Perusahaan Daerah Ratu Agung Niaga (PD RAN) Diansyah Putra.

Wakil Wali Kota Bengkulu, Patriana Sosialinda saat dikonfirmasi terkait pencekalan tersebut tak bersedia berkomentar.(kps/dex)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

7 − one =

News Feed