oleh

Walikota Lempar ‘Bola Panas’ ke Kejari

Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan
Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan

kupasbengkulu.com – Walikota Bengkulu, Helmi Hasan mengatakan, hari ini seng yang digunakan untuk menyegel SD Negeri 62 Kota Bengkulu harus dilepas, baik oleh ahli waris maupun penegak hukum yang berwenang atas hal ini.

Jika segel tersebut tidak dibuka hari ini, kemungkinan besar Kamis (14/08/2014) besok bahkan beberapa hari ke depan para murid akan tetap belajar di luar sekolah.

”Itu (segel) harus dibuka, tidak bisa tidak. Ini namanya pelanggaran. Penegak hukum yang harus membuka itu, bukan Pemkot,” kata Helmi, usai mengikuti salat berjamaah di Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu, Rabu (13/8/2014).

(Baca juga : Soal SDN 62, Kajari : Itu Bukan Urusan Kami)

Disebutkan Helmi, dirinya sangat menyayangkan tindakan penyegelan yang dinilai melanggar hukum, karena dinilainya bangunan sekolah tersebut merupakan milik pemerintah meskipun terletak di tanah milik warga yang mengaku ahli waris lahan sekolah tersebut.

Lebih lanjut, akibat penyegelan ini selalu berdampak buruk bagi para murid. Mereka terpaksa harus belajar di luar sekolah dengan perlengkapan seadanya, di bawah terik sinar matahari.

”Proses hukum sedang berjalan, kita hormati saja. Pemerintah bukan tidak mau membayar, tapi ini semua sudah kita serahkan kepada Kejari Bengkulu untuk menyelesaikan ini,” ulang Helmi.

Helmi juga mengajak keluarga besar yang merasa sebagai ahli waris lahan tersebut untuk tetap menjaga stabilitas dunia pendidikan dengan membuka segel tersebut.

”Kasihan anak-anak yang tidak bersalah ikut jadi korban. Pemerintah sudah punya etikad baik untuk menyelesaikan ini. Hari ini juga saya minta segel tersebut sudah harus dibuka agar besok aktivitas belajar bisa normal kembali,” pungkas Helmi.(val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

7 + 9 =

News Feed