Waspada Pungutan Parkir Illegal

Baca selanjutnya

Wakil Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Nuharman, SH.
Wakil Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Nuharman, SH.

kupasbengkulu.com – Dewan Kota Bengkulu mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap oknum juru parkir (jukir) yang mengambil pungutan parkir illegal.

Adanya imbauan tersebut, dikarenakan terdapat oknum jukir di beberapa titik parkir menarik pungutan parkir diluar ketentuan. Seperti halnya di pelataran parkir Pasar Tradisional Modern (PTM) dan tempat wisata Pantai Panjang.

Berdasarkan Perda Nomor 7 Tahun 2011 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum, disebutkan retribusi parkir untuk kendaraan roda 2 dan roda 3 sebesar Rp 1.000.

Sementara, untuk kendaraan roda 4 senilai Rp 2.000, serta kendaraan roda 6 senilai Rp 4.000. Namun, pada kenyataan di lapangan, ada oknum juru parkir yang memungut parkir kendaraan roda 2 senilai Rp 2.000 dan dan kendaraan roda 4 senilai Rp 4.000.

“Didalam Perda itu jelas, kalau parkir di tepi jalan umum retribusi untuk motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000. Kalau lebih, berarti illegal dan harus disanksi oleh Dishubkominfo Kota, karena parkir itu dikoordinir Dishubkominfo Kota,” terang Wakil Komisi II DPRD Kota, Nuharman, SH, Senin (27/1/2014).

Ia menambahkan, pungutan parkir bisa berbeda apabila tempat parkir kendaraan di gedung parkir. Sebab, pada pelaksanaannya tempat parkir terbagi 3, meliputi pelataran/lingkungan parkir, taman parkir dan gedung parkir.

Untuk retribusi di gedung parkir seperti di Rumah Sakit M Yunus, Mega Mall dan Bencoolen Mall memiliki tarif sendiri. Untuk kendaraan roda 2 dan roda 3 senilai Rp 2.000/3 jam, sedangkan kendaraan roda 4 sebesar Rp 4.000/3 jam.

Menghindari parkir ilegal, masyarakat juga diimbau untuk membayar retribusi parkir pada jukir yang memiliki seragam, atau identitas jelas, maupun karcis pembayaran yang sah yang dikeluarkan Dishubkominfo Kota.

Disisi lain, menurut pengakuan salah seorang jukir di kawasan Pantai Panjang berinisial An sejak pertengahan tahun 2013 pihaknya memang terpaksa menaikkan pungutan parkir. Sebab pengolahan parkir telah dipihak ketigakan.

“Parkirnya memang sudah naik, karena kami harus kejar setoran untuk CV (perusahaan pihak ketiga). Kalau tidak begitu, kami tidak dapat apa-apa,” ujar An.(beb)

- Advertisement -

Pemprov Bengkulu Dorong Penerapan Teknologi Digital Hasil Perkebunan

Kupas News – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus berupaya menekan laju inflasi terkhusus pada masa Pandemi COVID-19. Di antaranya melalui penggunaan teknologi digital baik...

Ini 8 Tips Berhubungan Seksual Saat Anak Sedang Tertidur

Kupas News – Ada beberapa orangtua yang beruntung anaknya sudah bisa tidur sendiri dikamarnya. Tapi ada juga beberapa yang lainnya terpaksa masih harus tidur...

Pekerja Bongkar Tenda Tewas Usai Tersengat Listrik

Kupas News – Utamakan keselamatan dalam bekerja bukan hanya slogan semata. Hal ini sangat penting guna mengantisipasi dan meminimalisir bahaya dari tingkat resiko yang...

BEI Lakukan Pemutakhiran Mekanisme Dagang dengan 4 Fitur

Kupas News – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku penyelenggara perdagangan saham di pasar modal Indonesia selalu mengedepankan perdagangan Efek yang teratur, wajar dan...

Pemprov Bengkulu Gelar Job Fair Career Expo 2021 di Bencoolen Mall

Kupas News – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bersama beberapa perusahaan gelar Job Fair Career Expo 2021 di...

Terbaru