oleh

Waspada Virus Ebola, Kesehatan JCH Bengkulu Diperiksa

kadis kesehatan kota
Kadis Kesehatan Kota Bengkulu, Edriwan Mansyur

kupasbengkulu.com – Mengantisipasi virus Ebola yang diduga mulai masuk ke Indonesia, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mulai mengambil langkah pencegahan. Khususnya masyarakat yang berpergian ke luar negeri. Dari Pemerintah Indonesia telah memberikan travel warning kepada para Jamaah Calon Haji (CJH) dan warga yang berpergian ke Afrika dan Arab.

Informasi terakhir, pasien suspect virus Ebola di Medan, Sumatera Utara, berinisial Nn meninggal dunia, dengan ciri-ciri menderita malaria berat (malaria palsifarum,red).

“Kami menyarankan agar masyarakat menjaga kewaspadaan diri. Apa pun penyakitnya, bukan hanya Ebola harus diantisipasi dengan tindakan promotif preventif,” ujar Kadis Kesehatan Kota Bengkulu, Edriwan Mansyur, Kamis (11/9/2014).

Disebutkannya, beberapa gejala seseorang terjangkit virus Ebola, seperti badan lesu, lemah, daya tahan tubuh menurun, panas tinggi, kemudian diikuti dengan mual, muntah, diare, dan timbul bintik merah pada kulit.

Setelah itu, terang dia, akan terjadi pendarahan, baik pendarahan luar maupun organ dalam, dan terjadi gangguan fungsi hati dan ginjal.

Hingga saat ini belum ada obat apa pun untuk mengatasi virus Ebola. Pemerintah Indonesia melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) sudah menyiapkan laboratorium untuk dapat memeriksa Ebola. Sejauh ini Bengkulu masih aman dari virus tersebut.

“Langkah awal yang bisa dilakukan melalui PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Ebola ini penyakit menular dari Afrika. Saya yakin dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengantisipasi dari awal agar jangan sampai penyakit itu menyebar kemana-mana,” lanjut Edriwan.

Untuk mengantisipasi ratusan JCH Kota Bengkulu yang menunaikan ibadah di Tanah Suci, pihaknya terus memantau kesehatan, baik sebelum berangkat, selama di Tanah Suci, maupun pasca kepulangan dari Mekkah. Bahkan, sebulan setelah itu pun akan diturunkan petugas untuk kembali melakukan pengecekan kesehatan.

“Petugas akan pantau terus kesehatan mereka, kita kan nggak tahu ada virus-virus apa saja yang beredar di luar negeri. Bukan saja antisipasi Ebola, tapi juga virus-virus mematikan lainnya,” demikian Edriwan.(val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

9 − 6 =

News Feed