Minggu, Mei 26, 2024

Waspada Wartawan Bodrek, Muntaber dan Amplop

Wakil Bupati Bengkulu Tengah, M.Shobri, S.Sos.
Wakil Bupati Bengkulu Tengah, M.Shobri, S.Sos.

kupasbengkulu.com – Beberapa istilah tentang wartawan dibeberkan oleh M Sabri S.Sos MM, Wakil Bupati Bengkulu Tengah di depan ratusan mahasiswa Unived Bengkulu, ketika diberi kesempatan untuk berbicara tentang wartawan menurut pandangannya dalam seminar nasional bertajuk Tantangan etika dan Jurnalisme Masa Depan, Sabtu (17/5/2014).

Sabri, sambil tersenyum, menceritakan hampir semua tingkah ulah wartawan yang ‘berkeliaran’ di wilayahnya selama ini. Menurutnya, ada sebagian wartawan yang benar-benar mengerjakan tugas dengan baik, ada juga yang diberi istilah wartawan bodrek, wartawan ‘Muntaber’ dan wartawan amplop. (baca: Akademisi Sebut Pers “Kebablasan)

Wartawan bodrek, diartikannya sebagai wartawan yang menyerang secara bergerombol. Sedangkan wartawan muntaber, yang merupakan akronim dari ‘Muncul Tanpa Berita”. Wartawan tipe yang satu ini dianggap begitu berbahaya dan seperti benalu. Sebuah kasus di daerahnya baru-baru ini, seseorang tak dikenal datang selayaknya hendak wawancara, juga menunjukkan ID card, namun diakhir meminta imbalan berupa uang. Setelah ditelusuri, ternyata oknum tersebut tidak tercatat di media manapun dan hanya ingin memeras pejabat setempat.

“Saya tidak melaporkan hal ini, hanya saja kejadian ini membuat saya lebih berhati-hati,” jelasnya.

Selain itu, beberapa wartawan juga dikenal dengan istilah wartawan amplop, yang sehari-harinya bukan mencari berita, melainkan mencari amplop berisi uang tunai. Ada-ada saja yang dilakukan oleh wartawan jenis ini, mulai dari memuji hingga menyudutkan, yang tujuannya hanya satu, yakni uang.

“Dari pada wartawan, yang merupakan pewarta, lebih cocok disebut hartawan, yang hanya mencari harta,” lanjutnya.

Namun, dalam pertemuan dengan pers usai acara, Sabri menerangkan bahwa jumlah wartawan semacam itu hanya sedikit. Wajah dan nama mereka pun sudah dikenali, untuk selanjutnya dapat lebih berhati-hati.

“Kalau sebagian besar, lebih baik dari itu, mudah-mudahan lebih dapat menjunjung etika pers kedepannya,” pungkasnya.(vai)

Related

Telan Anggaran Rp 151 Juta, Pengadaan Ayam Desa Mekar Sari Seluma Diduga Mark Up

Telan Anggaran Rp 151 Juta, Pengadaan Ayam Desa Mekar...

233 Personel Polres Mukomuko Amankan Tabligh Akbar Ustaz Abdul Somad

233 Personel Polres Mukomuko Amankan Tabligh Akbar Ustaz Abdul...

Teddy Wijakso, Pelajar Asal Seluma Lolos Seleksi Paskibraka Nasional

Teddy Wijakso, Pelajar Asal Seluma Lolos Seleksi Paskibraka Nasional ...

Mirip Tol, Ini Penampakan Jalan Trans Enggano yang Hampir Tuntas

Mirip Tol, Ini Penampakan Jalan Trans Enggano yang Hampir...

Pemprov Bengkulu Siap Bangun Sinergi dengan Lulusan Terbaik UMB

Pemprov Bengkulu Siap Bangun Sinergi dengan Lulusan Terbaik UMB ...