oleh

Wisata Makam Quiling di Bogor, Pelajaran Bagi Bengkulu

Lokasi pemakaman yang berada di kaki gunung dengan tertata rapi dan tidak terkesan angker.
Lokasi pemakaman yang berada di kaki gunung dengan tertata rapi dan tidak terkesan angker.

Wisata kuburan Belanda yang notabene merupakan makam Inggris di Bengkulu, hingga kiini minim wisatawan, apalagi manca negara. Meskipun makam ini secara historis, mempunyai keterkaitan dengan Negara Inggris.

Jawabannya tentu itu salah pemerintah daerah kota dan Provinsi Bengkulu yang kurang efektif berpromosi. Pertanyaannya, kenapa legislatif dan eksekutif tidak melakukan studi banding ke Desa Cariu Kabupaten Bogor ?

Kupasbengkulu.com yang sempat menyambangi areal pemakaman di bawah kaki gunung Cariu, tampak hektaran makam menghampar dikaki gunung. Masyarakat desa tampak makmur, meskipun hidup jauh di tengah kabupaten.

Lokasi pemakaman tampak berjenjang status sosialnya. Dari areal istimewa tertutup hingga yang sederhana. Masyarakat setempat menyebutkan lokasi ini merupakan kuburan Raja Judi.

setiap ada yang berkunjung atau ada yang dimakamkan di areal ini, masyarakat tentunya akan meraup rejeki. “Paling tidak, kita disuruh nanggis aja dapat duit pak”, kata Asep yang tinggal di Desa Sirna Sari, kelurahan Tanjung Sari Kabupaten Bogor.

Quiling dikelolo perusahan, di bawah naungan Naga Sakti Group yang banyak membawa PAD bagi kabupaten. Tentunya pemakaman ini di buat sebagus mungkin, sehingga kenyamanan, keasrian terasa bagi wisatawan yang berkunjung. Kenapa bengkulu tidak punya ide seperti yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bogor tersebut? Mungkin ini soal kemauan selain dana.

Makam Inggris atau Sediakan Lahan Baru
Lahan pemakaman Quiling yang terletak di Jonggol, Bogor diklaim sebagai satu-satunya tempat yang memiliki pemandangan seperti di daerah Quiling, China dengan hamparan gunung, lereng dan aliran sungai.

Lokasi seperti ini juga ada di Provinsi Bengkulu yang ada daerah pergunungannya. Quiling diresmikan Tahun 1995 lalu, dengan beberapa hektar arelanya membeli tanah milik warga setempat yang dibeli umumnya oleh warga keturunan Tionghoa, sesuai hitung-hitungan Hong Shui mereka.

Sementara Komplek Makam Inggris saja yang sebenarnya punya nilai jual kewisataan, kenapa tidak di berdayakan. Kembalikan lokasi pemakaman Inggri yang sudah dipakai oleh penduduk setempat.

Kompleks pemakaman Inggris terletak di Jalan Veteran, Kelurahan Jitra itu kini antara berguna dan tidak. Orang Inggris sendiri yang memberi nama Desa Jitra untuk pemakaman Kristen yang merupakan makam Inggris terbesar di Asia Tenggara ini.

Bila promosi di link-kan ke negara Singapura, Inggris dan laiinya, tentunya ini akan mempererat hubungan diantara Provinsi Bengkulu dengan negara yang punya hubungan historis tersebut.

Makam Inggri sala satu saksi sejarah, kalau Negeri Bengkulu ini pernah di diami Inggris dan punyai hubungan sejarah di masa lalu. Setidaknya mengenang kisah Bengkulu saat abad 16 hingga 17 Masehi sebagai pusat pemerintahan kolonialis. Tentara Inggris maupun warga sipilnya meninggal dan dikuburkan di Bengkulu ini.

dalam komplek makam ini ada sekitar 1.000 batu nisan yang berbentuk artistic monumental dalam berbagai ukuran, yang terletak di lahan seluas 4,5 hektar dalam ukuran panjang 300 meter dan lebar 150 meter. Meski sekarang jumlah total daerah tersebut menyusut, yakni hanya tinggal 53 kuburan. Penyebabnya, kurangnya perhatian pemerintah kala itu, khususnya ditahun 70 hingga 80-an.

Penulis: Benny Benardie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

fourteen + two =

News Feed