Beranda DAERAH BENGKULU Wow… Daftar Tunggu Haji Bengkulu Hingga 2030

Wow… Daftar Tunggu Haji Bengkulu Hingga 2030

0
Ilustrasi (Foto : Etri Hayati)
Ilustrasi (Foto : Etri Hayati)

kupasbengkulu.com – Berdasarkan data terbaru dari Sistem Komunikasi Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu diketahui daftar tunggu hingga hari ini, Rabu (30/4/2014) sebanyak 15.172 orang.

Dikatakan Kabid Haji dan Umroh Kemenag Provinsi Bengkulu, Drs. H. Zahdi Taher, MHI melalui Kasi Perjalanan Haji, H. Zakir Ramadhan, S. Kom menjelaskan jumlah daftar tunggu tersebut tersebar di 1 kota dan 9 kabupaten.

Rinciannya, di Kota Bengkulu sebanyak 4.904 orang, Kabupaten Bengkulu Utara 1.494 orang, Bengkulu Selatan 1.129 orang, Rejang Lebong 2.395. Untuk Kabupaten Mukomuko sebanyak 1.310 orang, Kabupaten Seluma 852, Kabupaten Kaur 417. Sementara untuk Kabupaten Kepahiang sebanyak 1.193 orang, Kabupaten Lebong 732 orang dan Kabupaten Bengkulu Tengah sebanyak 466 orang.

“Jumlah tersebut penghitungannya per hari ini, kalau besok jumlahnya bisa bertambah lagi. Kalau dilihat dari pengelompokan per kabupaten kota yang paling banyak ada di Kota Bengkulu yang jumlahnya saat ini mencapai 4.904 orang,” kata Zakir.

“Padahal kuota pemberangkatan untuk Kota Bengkulu tiap tahunnya hanya 305 orang, itu belum termasuk pengurangan kuota sebanyak 20 persen seperti yang terjadi tahun lalu, yang menyebabkan pemberangkatan untuk jemaah haji kota hanya berkisar 254 orang. Sehingga yang sudah masuk daftar tunggu di Kota Bengkulu itu akan selesai diberangkatkan tahun 2030, atau sekitar 17 tahun lagi,” papar Zakir.

Meski demikian, menurutnya apabila pemberangkatan haji pada tahun berikutnya menggunakan kuota provinsi, maka pemeberangkatan tidak mengacu per kota/kabupaten, melainkan berdasarkan nomor resi pendaftaran.

“Kalau saat ini masih menggunakan kuota dari kota/kabupaten, jadi kuotanya memang sudah ditetapkan. Apabila nanti telah menggunakan kuota provinsi, pemberangkatannya sesuai urutan mendaftar. Namun itu masih menunggu kebijakan dari Kementerian Agama,” pungkasnya. (beb)