oleh

Yohana ‘Amanie’ : Do the Best and Be the Best !!

Yohana 'Amanie
Yohana ‘Amanie

kupasbengkulu.com – Mengembangkan bisnis memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai halang rintang menghadang, namun tak menyurutkan niat Yohana Andriani, SE, Direktur Utama salon dan spa muslimah bernama ‘Rumah Cantique Amanie‘.

Rumah Cantique Amanie berdiri sejak 10 Oktober 2010 lalu. Berawal dari kegundahan Yohana sebagai seorang muslimah untuk mencari salon yang tertutup dari kaum adam, sementara di Kota Bengkulu belum tersedia tempat seperti yang Yohana harapkan. Berbekal tabungannya, Yohana memutuskan untuk membeli seperangkat peralatan salon untuk perawatan pribadi di rumahnya yang berlokasi di Jalan Kinibalu Raya, Kebun Tebeng, Bengkulu.

Tak disangka inilah langkah awal perjalanan karier Yohana ‘Amanie’. Dengan peralatan salon yang dimilikinya itu banyak kerabat yang tertarik melakukan perawatan di rumah Yohana, meski Yohana sama sekali tak memiliki background di bidang kecantikan. Rumahnya pun kemudian ikut jadi korban. Perawatan kecantikan yang awalnya hanya menggunakan kamar tidur anak, lambat laun seluruh bagian rumahnya ‘disulap’ menjadi salon.

“Awalnya sama sekali nggak ada niat ke bisnis, memang untuk diri sendiri aja. Ketika teman-teman berminat, timbullah ide mengembangkan ini jadi bisnis. Lambat laun berkembang, sampai sekarang udah punya tiga outlet, selain di rumah pribadi, juga di Jalan Simpang 4 Pantai Panjang dan Jalan Kapten Tendean KM 6,5 Bengkulu,” cerita Yohana.

Di outlet kedua dan ketiga, Yohana makin berani berspekulasi. Ibu tiga anak ini melengkapi Rumah Cantique Amanie dengan peralatan dan pelayanan highclass. Hal ini membuat pengunjung kian membludak. Karyawan yang awalnya hanya satu orang, sekarang mencapai enam puluh karyawan, yang semuanya memiliki basic (dasar) kecantikan. Tak hanya itu, Rumah Cantique Amanie juga memiliki konsultan syariah.

“Saya baru belajar soal kecantikan justru setelah saya buka salon ini. Kalau dulu cuma belajar otodidak aja, lihat-lihat majalah, nonton, dan sebagainya. Kalau sekarang saya benar-benar belajar dari karyawan dan konsultan syariah ‘Rumah Cantique Amanie‘,” jujurnya.

Sebagai seorang isteri, ibu, sekaligus Pegawai Negeri Sipil, Yohana tetap berusaha menyeimbangkan antara karier dan keluarganya. Bagi Yohana, keduanya memiliki arti penting yang sama-sama diperjuangkan. Hal itu membuat Yohana harus pintar membagi waktu. Alhamdulilah, sang suami yang juga pelaku bisnis sangat mendukung karier Yohana.

Diakui alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu ini, tak mudah memang mengembangkan usaha salon dan spa muslimah ‘Rumah Cantique Amanie‘. Berbagai cibiran sudah pasti, hingga tuduhan penipuan gara-gara promo pun kerap didapat. Namun berbekal doa, keyakinan, serta dukungan dari keluarga besar dan kerabat, Yohana mampu berdiri menjadi wiraswasta wanita yang mandiri. Bagi Yohana ‘Do the Best and Be The Best!!’, lakukan yang terbaik dan kita akan menjadi yang terbaik.

“Kalau dulu banyak sekali yang meragukan. Dibilang penipu gara-gara promo juga sudah pernah. Tapi saya jalani saja apa adanya,” katanya lagi.

Yang terpenting bagi Yohana, bisnis itu bukan tujuan, bisnis juga bisa apa saja. Namun bisnis harus menjadi alat untuk bisa membantu orang lain.

“Saya ingin orang lain juga bisa merasakan apa yang saya rasakan. Intinya saya ingin berbagi,” demikian Yohana. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed