oleh

Masih Ada Sekolah di Kota Bengkulu Tak Punya Toilet?

 SMPN 24 Kota Bengkulu
SMPN 24 Kota Bengkulu

kupasbengkulu.com – Generasi muda adalah penerus bangsa. Namun bagaimana apabila pendidikan generasi muda tersebut dihambat minimnya fasilitas? Seperti yang terjadi beberapa sekolah di Kota Bengkulu, salah satunya SMPN 24 yang beralamat di Jalan Regional Terminal Air Sebakul, Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar. Dalam inspeksi mendadak (sidak) Komisi III DPRD Kota tadi pagi, Rabu (19/3/2014) diketahui fasilitas sekolah yang berada dipinggiran kota ini sangat minim.

Sekolah yang berdiri sejak tahun 2009 itu dahulunya satu atap dengan SDN 76 dan kemudian SDN 76 memisahkan diri sejak tahun 2012. Saat ini SMPN 24 dipenuhi hamparan tanah kuning berlumpur, karena pihak sekolah melakukan perataan tanah untuk lapangan upacara dan lapangan olahraga. Menurut kepala SMPN 24, Suharto, S.Pd kontur lahan sekolah seluas 21.613 M2 memang tidak rata, sehingga selama ini upacara bendera dilakukan di lahan miring.

“Lahan sekolah ini milik pemerintah Provinsi Bengkulu, dulunya berupa kaplingan untuk perumahan warga. Lahannya memang tidak rata, makanya saat ini kami lakukan perataan untuk lapangan. Agar saat upacara bendera maupun olahraga para siswa bisa nyaman,” kata Suharto.

“Tapi yang kami mampu saat ini baru perataan saja, kalau untuk pengerasannya tidak punya dana. Jadi kalau hujan lapangan tanah itu pasti becek dan mau tidak mau tanahnya pasti akan terbawa ke ruang kelas,” tambahnya.

Sekolah yang memiliki 160 siswa itu hanya punya 4 ruang belajar untuk 6 kelas, sehingga siswa masuk bergantian pagi dan sore. Karenanya, sangat membutuhkan penambahan kelas, maupun maubeler untuk ruang perpustaan dan laboratorium, termasuk toilet. Menyikapi hal itu Ketua Komisi III DPRD Kota, Suimi Fales, MH beserta 3 dewan lainnya, Ali Kasman Amambar, BSc, Ketman, S.Sos dan M. Awaludin berjanji akan menyampaikan kebutuhan fasilitas SMPN 24 dalam APBD Perubahan 2014.

“Sampaikan semua pada kami apa saja fasilitas yang dibutuhkan sebagai bahan usulan saat pembahasan APBD-P tahun ini,” kata Suimi.

Selain SMPN 24, sidak juga dilakukan ke SMKN 6 di Jalan Kampung Bahari, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu. Berada dipinggiran kota dan baru beberapa tahun didirikan sekolah tersebut juga minim fasilitas, khususnya ruang belajar dan meubeler. (beb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed