oleh

13.000 Warga Rejang Lebong Terancam Tidak Memilih

Pemilu

kupasbengkulu.com – Sebanyak 13.000 warga Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 4 April 2014 mendatang. Pasalnya, belasan ribu warga ini tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), sedangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rejang Lebong, belum bisa memastikan warga yang tidak memiliki NIK bisa memilih atau tidak.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kabupaten Rejang Lebong, Santoso, mengatakan, dari 20000 data pemilih tanpa NIK yang diminta diverifikasi oleh KPU Rejang Lebong, diketahui masih ada sekitar 13000 data pemilih Rejang Lebong yang belum memiliki NIK.

“Kita mengalmai kesulitan, karena Data yang diberikan oleh KPU RL sangat sederhana, hanya nama, tanggal lahir dan alamat, jadi kita sangat kesulitan untuk melakukan pengecekan NIK bersangkutan,” kata Santoso.

Sementara itu, Ketua KPU Rejang Lebong, M. Saleh, S.Ag, MM, mengaku masih menunggu petunjuk dari KPU Provinsi terkait data warga tanpa NIK tersebut.

“Kita belum bisa memastikan, permasalahan data waga tanpa NIK ini permasalahan nasional, tidak hanya terjadi di Rejang Lebong saja,” kata Saleh, Minggu 916/02/2014).

Dikatakan Saleh, menyikapi data warga tanpa NIK ini sendiri, KPU Rejang Lebong akan terus berkoordinasi baik dengan KPU Provinsi Bengkulu maupun kepada Dukcapil Rejang Lebong yang diharapkan dapat menvalid kan data warga tanpa NIK tersebut.

“Ketika anggota PPK kita cek di lapangan, ternyata warga tanpa NIK ini ternyata ada orangnya, kebanyakan dari mereka adalah orang kebun yang jauh dari pemukiman warga, atas keadaan ini, kami akan terus berkoordinasi, supaya hak konstitusional warga ini tetap berjalan, dan bisa menggunakan hak suaranya pada Pemilu 9 April 2014 ini,” ujar Saleh. (one)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed