Aksi Jalan Mundur, Tiga Elemen Mahasiswa Galang Dana Menghadap Mendagri

0
54
Walikota Bengkulu H Helmi Hasan keluar dari ruang VIP Bandara Fatmawati Bengkulu.
aksi mahasiswa
aksi mahasiswa

kupasbengkulu.com, Kota Bengkulu – Tiga elemen mahasiswa di Bengkulu yang terdiri dari mahasiswa Universitas Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, Rabu (30/12) menggelar aksi jalan mundur sekaligus menggalang dana untuk biaya perwakilan mahasiswa yang akan menghadap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tajahjo Kumolo, atas keraguan para mahasiswa atas izin sakit Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan.

Dalam orasinya, Presidan Keluarga Besar Mahasiswa Unib, Jusrian Sawbara Orbayanda mengungkapkan, bahwa Pemerintahan Kota (Pemkot) Bengkulu berjalan seperti auto pilot, semenjak tanpa keberadaan wali kota dua bulan terakhir.

“Sementara dia (Wali Kota,red) ke India untuk berobat, tidak ada kejelasan sakit apa yang dideritanya,” tegas Jusrian.

Menurut dia, Tipikal kepemimpinan yang cenderung lepas tangan pada urusan daerah ini, maka masyarakat Kota Bengkulu banyak dirugikan. Untuk itu, ia meminta Helmi Hasan mundur dari jabatan jika tak sanggup.

“Tujuan penggalangan dana ini diperuntukkan untuk keberangkatan perwakilan kawan-kawan ke Jakarta untuk verifikasi izin berobat yang diperoleh wali kota,” kata salah seorang perwakilan, Melyansori.
Rencananya dana tersebut akan digunakan membeli tiket ke Jakarta menghadap Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
“Kami mempertanyakan ke Mendagri apakah surat tersebut ada, lalu bagaimana proses keluarnya izin tersebut, dan mempertanyakan apakah benar wali kota dalam keadaan sakit,” tambahnya.
Wali Kota Helmi Hasan mengajukan izin berobat ke India kepada Mendagri selama 45 hari sejak tanggal 22 Oktober 2015 hingga 5 Desember 2015. Permohonan itu disetujui oleh Mendagri melalui surat nomor 99/45/8/Otda.
Selanjutnya, Helmi Hasan mengajukan izin perpanjangan dari tanggal 4 Desember 2015 hingga 22 Januari 2016. Izin ini juga disetujui oleh Mendagri melalui surat nomor 009/7004/Otda.
Menanggapi hal ini, Kabag Humas Pemkot Bengkulu, Salahudin Yahya membenarkan jika wali kota mendapatkan izin berobat ke India dari Mendagri.

“Izinnya ada dari Mendagri, dan itu izin sakit, dimana seluruh biayanya ditanggung secara pribadi bukan dibebankan oleh APBD,” papar Salahudin.

Ditegaskannya meski wali kota tak berada di tempat, pembangunan dan roda pemerintahan di daerah itu tak mengalami hambatan.

“Semua program pemerintahan telah berjalan dengan baik, tidak terganggu,” demikian Salahudin.(kps)