Aksi Lanjutan Tolak Tambang Pasir Besi Seluma Kepung Kantor Gubernur

0
200
Gubernur Rohidin saat menemui para aksi yang menolak tambang pasir besi Seluma, Senin, 03 Januari 2022, Foto: Dok
Gubernur Rohidin saat menemui para aksi yang menolak tambang pasir besi Seluma, Senin, 03 Januari 2022, Foto: Dok

Kupas News – Aktifis yang tergabung di Koalisi Selamatkan Pesisir Barat Sumatera melakukan aksi “Mimbar Rakyat” di depan kantor Gubernur Bengkulu, Senin, (03/01).

Aksi massa yang terdiri aktifis lingkungan dan mahasiswa ini dilakukan sebagai respon terhadap konflik yang terjadi antara masyarakat pasar seluma dan lima desa penyangga lainnya di kabupaten Seluma dengan tambang pasir besi PT. Faminglevto Bakti Abadi.

Massa aksi meminta gubernur untuk mengakomodir dan memenuhi tuntutan warga agar dihentikan seluruh bentuk operasional produksi pertambangan pasir besi PT Faming Levto Bakti Abadi di Desa Pasar Seluma Kabupaten Seluma.

“Kami minta Bapak Gubernur mendengar dan turun langsung melihat derita rakyat. Hari ini warga kita di Seluma dihadapan dengan kapitalis berkedok investasi sedang merong-rong kedaulatan rakyat tapi mata dan telinga para pejabat kita tertutup. Mereka buta dan tuli atas derita rakyat,” kata Kelvin Aldo orator aksi dihadapan massa.

Saat demo berlangsung massa terlihat membawa bingkisan berupa kacamata rusak yang akan dihadiahkan kepada Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Bingkisan tersebut sebagai simbol atas ketidakpekanya pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap konflik antara warga desa Pasar Seluma dengan perusahaan tambang pasir besi di Seluma.

Adapun tuntutan massa aksi kepada gubernur adalah sebagai berikut:

  1. Menuntut Gubernur untuk meninjau langsung lokasi konflik pertambangan pasir besi PT Faming levto bakti abadi versus masyarakat Pesisir Barat.
  2. Menuntut Gubernur untuk menindak tegas aktivitas ilegal yang di lakukan PT Faminglevto Bakti abadi di Desa Pasar Seluma
  3. Mendesak Gubernur mengeluarkan Rekomendasi Pencabutan Izin Usaha Pertambangan PT Faminglevto Bakti abadi ke kementerian ESDM

Editor: Alfridho Ade Permana