Minggu, Mei 22, 2022

Ancaman EMS/AHPNS Tidak Ganggu Udang Bengkulu Tengah

Baca selanjutnya

tambak udang di Bengkulu Tengah
tambak udang di Bengkulu Tengah

kupasbengkulu.com – Penyakit udang Early Mortality Syndrome (EMS) atau Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPNS) yang menyerang sebagian besar produsen ikan di Asia Tenggara dalam kurun waktu terakhir tidak berpengaruh banyak pada udang-udang di Bengkulu Tengah.

Sebelumnya, sindrom mengerikan dari penyakit tersebut diramalkan akan menghantui seluruh pelosok Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tentu saja, sebagai sentra penghasil Udang terbesar di Provinsi Bengkulu dan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), sindrom penyakit ini sempat menghantui Bengkulu Tengah.

Pengelola salah satu tambak Udang di kabupaten ini, Carlot menyatakan, sejak adanya isu tentang penyakit berbahaya pada udang tersebut, pihaknya lebih berhati-hati memilih bibit udang, pangan dan juga meningkatkan penyaringan air untuk tempat budidaya.

Pengelola tambak udang milik PT Cendana Prioritas Lestari (CPL) ini juga menerangkan bahwa air yang diambil dari kawasan lepas pantai Bengkulu Tengah ini juga masih steril untuk budidaya Udang. Untuk jenis Udang, seluruh tambak Udang di Bengkulu Tengah, memilih untuk membudidayakan udang jenis Vanamei.

“Karena datangnya air kita dari samudera luas (Samudera Hindia) oleh sebab itu, dengan penyaringan yang baik, maka potensi udang di kabupaten ini tetap terjaga,”jelasnya.

Untuk diketahui, untuk seluruh wilayah Bengkulu Tengah, total lahan yang digunakan untuk tambak udang seluas 157 hektar (ha), yang semuanya terletak di wilayah kecamatan Pondok Kelapa. Selain itu, hasil dari tambak Udang ini juga merupakan hasil terbesar dari kabupaten berslogan “Maroba Kite Maju” ini.

Total pertahunnya, seluruh usaha tambak menghasilkan 276 ton udang segar. Bila dirupiahkan, maka penghasilan dari sektor ini mencapai Rp 4,3 miliar pertahun. Selain menjadi komoditi terbaik kabupaten, udang juga diketahui sebagai komoditi ekspor terbaik Indonesia, dari segi perikanan.

Hal tersebut, jelas Carlot, kemungkinan karena penyakit EMS/AHPNS tadi tidak menyerang Indonesia, khususnya Bengkulu.

“Selain itu, wilayah kelautan Bengkulu, khususnya Bengkulu Tengah juga dinyatakan sebagai tempat terbaik untuk budidaya udang di Sumbagsel, dibandingkan Lampung dan Palembang,”tambahnya. (vai)

Mantan Menakertrans Fahmi Idris Tutup Usia

Kupas News, Jakarta - Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Perindustrian, Fahmi Idris meninggal dunia pada Minggu 22 Mei 2022. Kepastian meninggalnya Fahmi...

Maraknya Konflik Agraria, Dempo Xler Menilai Hukum Tidak tegak

Kupas News, Bengkulu – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler turut bersikap atas maraknya konflik agraria yang terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu....

Ketua Dewan Supriyanto Dampingi Helmi Hasan Terima Penghargaan WTP dari BPK

Kupas News, Kota Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) atas laporan keuangan...

ARGA Gelar Halal Bihalal Bertajuk Mendukung Pers Bersatu Membangun Negeri

Kupas News, Mukomuko – Aliansi Remaja Gemar Aktifitas (ARGA), Kamis (19/05) menggelar acara Halal Bihalal dan Silaturahmi bertajuk “Mendukung Pers Bersatu Membangun Negeri” di...

Sera dan Joan Bakal Jadi Kado Spesial JMSI di HUT Kabupaten Seluma

Kupas News, Seluma - Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Seluma yang ke-19, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Seluma mempersembahkan kado Spesial...

Terbaru