Beranda INSPIRASI Anggrek Bengkulu Banyak Dicuri Orang Asing

Anggrek Bengkulu Banyak Dicuri Orang Asing

3
pemulia tanaman dari Universitas Bengkulu (UNIB), Dr. Ir. Dwi Wahyuni Ganefianti
pemulia tanaman dari Universitas Bengkulu (UNIB), Dr. Ir. Dwi Wahyuni Ganefianti

kupasbengkulu.com – Kekayaan alam negara kita sangat berlimpah, di antaranya adalah kekayaan alam hayati berupa tanaman hias, baik yang sudah menjadi hiasan di rumah-rumah, di tempat koleksi, maupun yang masih tersebar di alam bebas.

Seorang pemulia tanaman dari Universitas Bengkulu (UNIB), Dr. Ir. Dwi Wahyuni Ganefianti, telah menekuni penelitian tentang keragaman tanaman anggrek di provinsi Bengkulu sejak tahun 2003.

Anggrek-anggrek hasil penelitiannya itu telah dikumpulkan menjadi koleksi anggrek Bengkulu yang bermacam-macam warnanya.

koleksi anggrek

“Kewajiban seorang pemulia tanaman seperti saya adalah menyelamatkan dan menjaga kelestarian plasma nutfah yang menjadi kekayaan alam di negeri kita. Kebetulan waktu itu saya sangat menyukai anggrek, maka mulai saya mengoleksi berbagai macam anggrek yang tersebar di provinsi Bengkulu ini sejak tahun 2003,” ungkapnya.

Idealnya di alam bebas anggrek-anggrek tumbuh di tempat yang kondisi alamnya masih terjaga, seperti di atas-atas pohon dan di tepi aliran air yang masih alami. Jika tempat-tempat ini sudah dirambah untuk pembangunan, industri, atau yang lainnya, maka sudah barang tentu keberadaan tanaman hias ini menjadi terancam.

Selain itu, ancaman terhadap tanaman-tanaman hias ini adalah pencurian atau eksplorasi secara tidak sah oleh orang-orang asing yang mengambil tanaman ini tanpa izin.

Seperti kasus yang pernah ia temui di lapangan. Bahwa ada oknum orang asing mencuri plasma nutfah anggrek di Provinsi Bengkulu. Mereka lakukan itu dengan cara memanfaatkan penduduk asli untuk mengeksplorasi, kemudian dibayar. Mereka mengambil dan membawa tanaman-tanaman itu karena mereka tau bahwa tanaman itu adalah barang komoditi yang sangat bernilai di luar sana.

“Seharusnya kita prihatin dengan hal seperti ini. Sedikit demi sedikit kekayaan alam kita termasuk tanaman hias ini dieksplorasi orang asing dengan cara membodohi masyarakat kita,” tandasnya.

Jenis-jenis anggrek Bengkulu hasil koleksinya saat ini sudah lebih dari 55 jenis yang sudah di identifikasi sekaligus lengkap dengan deskripsinya. Koleksi anggrek yang berwarna-warni tersebut disusun rapi di dalam rumah koleksi yang letaknya tepat di samping kanan gedung Pascasarjana Agroekotekologi Universitas Bengkulu.

“Saya, tim dosen, dan asisten dari mahasiswa terus melakukan pengembangan terhadap koleksi anggrek bengkulu ini. Harapan dan cita-cita kami, kedepannya Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu menjadi sentral koleksi segala macam anggrek Bengkulu, sehingga siapa pun yang ingin mempelajari anggrek Bengkulu bisa datang ke sini”, pungkasnya.(cr2)

Komentar ditutup.