Minggu, Oktober 2, 2022

APBN 2021 Pemprov Bengkulu Alami Peningkatan dari Tahun Sebelumnya

Baca selanjutnya

Kupas News – Realisasi program – program pemerintah provinsi pada APBN tahun 2021 mengalami peningkatan kinerja dibandingkan dengan tahun 2020 lalu. Hal ini disampaikan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai menerima audiensi Ka. Kanwil DJPBN Bengkulu Terkait Realisasi Program PEN, APBN & APBD Provinsi Bengkulu Tahun 2021, Kamis (6/1).

“Secara keseluruhan progres kinerja APBN 2021 itu lebih baik dari 2020 terutama terkait pertama penyerapan dana desa, kemudian dari neraca ekspor ada beberapa komoditas Bengkulu yang sangat potensial, yang mendongkrak pendapatan Bengkulu, terutama cangkang sawit dan beberapa produk turunan,” jelas Gubernur Rohidin.

Berdasarkan data Kanwil DJPBN Bengkulu penyerapan APBN Provinsi Bengkulu pada 2021 mencapai 96 persen dan untuk penyaluran APBD ke Daerah mencapai 99 persen. Adapun kinerja pendapatan negara hingga 31 Desember 2021 naik 15,0% dari tahun 2020 dengan tingkat ketercapaian sebesar 106% dari target tahun 2021. Dengan rincian Penerimaan Pajak 103%, Penerimaan Bea Masuk/Keluar naik sebesar 529% dan PNBP 120%.

Gubernur Rohidin menyebutkan kinerja Dana Alokasi Khusus (DAK) perlu menjadi perhatian serius. Hal ini agar tidak terjadinya keterlambatan dalam melakukan lelang maupun e-katalog hingga mengakibatkan tidak maksimalnya penyerapan dana DAK.

“Kemudian dari sisi kinerja DAK fisik, memang ada beberapa yang gagal lelang, saya kira ini harus menjadi perhatian serius, saya sudah minta 2022 kemarin, di 2021 semua pejabat pengelola keuangan sudah saya tandatangani, sehingga harapan saya langsung diklaster penggunaan dana untuk DAK fisik untuk bisa di lelang atau menggunakan e-katalog,” paparnya.

Ia juga menaruh perhatian terhadap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Ultra Mikro (UMI). Menurutnya banyak pelaku usaha kecil sebenarnya membutuhkannya, namun banyak yang tidak mengetahui baik persyaratan maupun untuk mengakses Bank Himbara (Himpunan Bank-Bank Milik Negara) sebagai penyalur KUR maupun UMI. Gubernur sendiri akan melakukan pertemuan untuk membahas hal tersebut lebih lanjut.

“Saya minta Perindag dan Koperasi kumpulkan, kalau bisa lokal- lokal pasar jadi peserta sehingga mereka tahu kalau ada akses permodalan yang sangat murah, bahkan tanpa bunga yang bisa meningkatkan kinerja keuangan mereka,” demikian Rohidin.

Editor: Iman Sp Noya

Rizky Billar Akan Diperiksa Polisi Pekan Depan Kasus Dugaan KDRT

Kupas News, Jakarta – Merebak kabar tak sedap ditengah masyarakat khususnya pecinta musik dangdut Indonesia, dimana telah terjadi insiden kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)...

Longsor Hantam Rumah Warga di Seluma Akibat Curah Hujan Tinggi

Kupas News, Seluma - Akibat curah hujan tinggi sejak siang hingga malam yang mengguyur wilayah Kabupaten Seluma menyebabkan beberapa rumah mengalami longsor dan terendam...

Solusi Digital untuk Merchant di Indonesia Hasil Kolaborasi BRI dan Majoo

Kupas News, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkolaborasi dengan PT Majoo Teknologi Indonesia (Majoo) untuk memudahkan transaksi non tunai...

Ombudsman RI: Pemerintah Harus Kaji Ulang Regulasi MyPertamina

Kupas News, Kota Bengkulu - Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Bengkulu, Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika menemukan fenomena dimana hampir diseluruh SPBU yang...

Polres Mukomuko Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Program Bantuan PIID-PEL

Kupas News, Mukomuko - Polres Mukomuko secara resmi menetapkan Agus Setiawan selaku Direktur Bumdes Anak Negeri Pasar Bantal sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana...

Terbaru