oleh

Bangunan Ratusan Juta di Manna Dinilai Mubazir

RPH 1
RPH di jalan Padang Pematang, Bengkulu Selatan dinilai mubazir

kupasbengkulu.com – Kurangnya Perhatian dan pengawasan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Bengkulu Selatan membuat Rumah Potong Hewan (RPH) di daerah itu terkesan mubazir alias jarang dipergunakan serta menjadi sarang hantu.

Selain kurangnya perhatian dan pengawasan oleh dinas terkait, penyebab lain di antaranya yakni, tidak adanya petugas kebersihan rumah potong yang berada di Jalan Padang Pematang Kota Manna tersebut, kotoran hewan yang dipotong masih banyak berserakan, sehingga mengotori tempat pemotongan dan menimbulkan bau tak sedap.

Penjual daging hewan dan Pengguna RPH di Kota Manna Melki (44), dikonfirmasi kupasbengkulu.com menuturkan, setiap harinya berjualan daging hewan di Kabupaten Bengkulu Selatan cukup banyak. Namun, yang memanfaatkan RPH di jalan Padang Pematang, Bengkulu Selatan hanya beberapa orang saja.

Pada hal, kata dia, tidak sedikit pedagang daging yang berjualan di Pasar Kota Manna. Selain itu, tambah dia, dalam pembangunan RPH menghabiskan dana ratusan juta.

”Daging hewan yang dijual di pasar Bengkulu Selatan kebanyakan tidak di potong di RPH. Ini tentunya mempermudah penjual daging untuk mengoplos daging-daging tersebut,” kata Melki, Sabtu (2/8/2014).

Ia menambahkan, dirinya selalu memotong hewan di RPH. Namun, kata dia, alangkah baiknya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan daging hewan, yang sudah disembelih, pemerintah meletakkan petugas kebersihan pada RPH tersebut.

”Setiap hewan yang dipotong baik kerbau ataupun sapi, kami selalu bayar kepada petugas setiap harinya, per ekornya Rp 25.000,” pungkas Melki.(tom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed