Bank Indonesia Ajak Masyarakat Gunakan E-Money

Baca selanjutnya

kupasbengkulu.com, bengkulu – Gerakan penggunaan Uang Elektronik atau e-money secara massiv di Indonesia sudah digalakkan tepatnya sejak 14 Agustus 2014 lalu. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu rencananya segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat Bengkulu.

Kepala Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan BI Bengkulu, Gunawan, mengatakan e-money digunakan sebagai alat pembayaran yang mana pemilik kartu e-money harus menyetorkan uang minimal Rp 1 juta dengan minimal transaksi Rp 20 juta dalam 1 bulan.

“Di beberapa tempat memang sudah ada masyarakat yang menggunakan e-money dengan baik sebagai alternatif pembayaran. Namun masih banyak juga masyarakat yang belum mengenal e-money,” ujar Gunawan.

Menurutnya, untuk dapat menggunakan e-money, masyarakat tidak harus membuka rekening atau tabungan salah satu bank terlebih dahulu. Sistem yang ditawarkan seperti penggunaan voucher belanja yang harus diisi terlebih dahulu (menyetor di awal) pada bank penerbit kartu e-money.

“Kita tinggal datang saja ke bank penerbit kartu e-money, walau pun kita tidak terdaftar sebagai nasabah di sana. Dengan menyetorkan uang minimal Rp 1 juta, e-money sudah bisa digunakan sebagai alat pembayaran,” lanjut Gunawan.

Karena e-money bukanlah tabungan, maka e-money tidak mengenal sistem suku bunga atau potongan. Kelemahannya ketika kartu e-money hilang, maka otomatis uang yang tersimpan dalam kartu tersebut juga ikut hilang.

Deputi Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Christin Sidabutar, menambahkan penggunaan e-money juga dapat meminimalisir sistem pembayaran tunai yang kerap merugikan konsumen saat melakukan transaksi.

“Kita sering belanja di supermarket, departement store, dan lain-lain yang menggunakan sistem harga tidak genap. Misal beli baju harganya Rp 125.560, kita tidak mungkin meminta kembalian yang Rp 40 karena tidak ada pecahannya dan kita relakan saja. Kalikan saja kalau sehari ada seribu orang yang melakukan itu dan berulang-ulang, berapa banyak keuntungan yang didapat toko tersebut dan berapa kerugian yang kita rasakan. Dengan e-money ini, kita membayar sesuai dengan harga barang yang kita beli,” demikian Christin.(val)

- Advertisement -

Pemprov Bengkulu Gelar Job Fair Career Expo 2021 di Bencoolen Mall

Kupas News – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bersama beberapa perusahaan gelar Job Fair Career Expo 2021 di...

Helmi Hasan Lantik Ketua BazNas Kota Bengkulu

Kupas News – Walikota Bengkulu Helmi Hasan melantik ketua, wakil ketua dan pengurus BazNas Kota Bengkulu periode 2021-2026. Pelantikan berlangsung di ruang hidayah kantor...

128 ASN di Bengkulu Ikuti Ujian Kenaikan Pangkat, Ini Pesan Moral Walikota

Kupas News – Sebanyak 128 peserta dari aparatur sipil negara (ASN) di Provinsi Bengkulu, mengikuti ujian kenaikan pangkat tahun 2021 di Hotel Nala Sea...

Polisi Selidiki Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Musi

Kupas News – Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan dalam keadaan mengapung di Sungai Musi Kepahiang, Minggu, (05/12). Mayat pertama kali ditemukan oleh dua...

Gubernur Rohidin Hadiri Musda Pengajian Al-Hidayah

Kupas News – Gubernur Rohidin Mersyah hadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Pengajian Al-Hidayah Provinsi Bengkulu di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu, Sabtu (4/12)....

Terbaru