Senin, Juni 27, 2022

Belajar Bekerja Keras dan Teliti dari Maliti

Baca selanjutnya

Maliti pengrajin teleng
Maliti pengrajin teleng

Tangan Maliti terlihat sangat lincah menusuk anyaman bambu pada benda yang ada di hadapannya. Guratan diwajahnya menunjukkan bahwa Maliti tak lagi muda, umurnya sudah lebih dari setengah abad. Satu gayung air yang ada diatas semen teras tepat disamping ia duduk berguna untuk membahasi benda di depannya bila sudah selesai satu anyam.

Ember hitam bermuatan 15 liter tersebut terlihat menampung helaian kulit terluar bambu muda yang telah kering dengan ukuran kurang dari setengah sentimeter. Karena mengecut mangka harus direndam sebelum dianyam.

Benda yang sedang dibuat istri dari Mahidin ini adalah tampa. Bentuknya tidak bulat seperti tampa yang biasa kita jumpai di pasar, melainkan memanjang dengan kerucut di ujungnya. Persis seperti kertas yang bagian ujungnya dipertemukan. Masyarakat Desa ini dan sekitarnya menyebutnya teleng.

“Membuatnya butuh waktu dua hari untuk satu teleng. Harus teliti agar anyaman jadi rapi. Kalau tidak rapi cepat rusak,” Maliti bercerita tanpa mengalihkan matanya dari teleng yang sedang ia buat.

Untuk membuat teleng, Maliti harus mencari bambu muda lalu dibelah sesuai ukuran yang dibutuhkan. Kemudian direndam di air hingga menjadi agak lembut, sebaiknya rendam di air mengalir. Seterusnya bambu yang telah direndam diambil tipis namun tak setipis sembilu. Setelahnya harus dijemur hingga kering.

Setelah melewati semua proses ini menurut Maliti ia bisa membuat teleng.

Harga satu teleng Rp 30 ribu. Konsumen Maliti biasanya adalah warga sekitar, atau terkadang ia jual ke pekan. Tidak mudah mencari rupiah, namun selalu ada hasil dibalik perjuangan.

Maliti membuktikan bahwa menjadi tua tak berarti berhenti mencari nafkah. Di usia senjanya ia tetap berusaha dengan ketrampilan yang dimilikinya. “Selama hidup terus berarti bekerja terus. Kini sudah jarang yang bisa bikin teleng.Saya akan terus bikin teleng untuk hidup “tutup Maliti sambil mengelap keringat yang menetes di pelipisnya.

Penulis: Evi Valendri, Bengkulu Tengah

Lomba Tenis Meja Polairud Bengkulu Resmi Ditutup

Kupas News, Kota Bengkulu - Lomba tenis meja yang digelar Polairud, Polda Bengkulu resmi ditutup. Ajang yang digelar dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-76...

Polairud Gelar Lomba Tenis Meja Sambut HUT Bhayangkara

Kupas News, Kota Bengkulu - Semarak menyambut HUT Bhayangkara ke-76 terus digelorakan jajaran Polda Bengkulu dengan menggelar berbagai kegiatan. Sabtu, 25 Juni 2022, giliran...

Selamat Datang Airlangga

Kupas Artikel - Ucok mengangkat telepon dengan nada tergesa-gesa. Ia mungkin sangat terkejut tumben-tumben saya menelpon. “Siap bos” tutur Ucok menyambut telepon saya. Beberapa...

Bengkulu Tuan Rumah Open Swimming Championship 2022 se-Sumatera

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Rohidin Mersyah membuka kejuaraan Bengkulu Open Swimming Championship se Sumatera Tahun 2022 di Kolam Renang Rafflesia Kota Bengkulu, Jum'at...

Wagub Rosjonsyah Terima Kunjungan Eks Gubernur Jabar

Kupas News, Bengkulu - Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah menerima audiensi mantan Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam rangka investasi di bidang Kopi Bengkulu...

Terbaru