Beranda RELIGI Benarkah Bernazar Hanya Dilakukan Orang Pelit?

Benarkah Bernazar Hanya Dilakukan Orang Pelit?

0
Ustad. Drs. H. Siun Ruhan, MHI.
Ustad. Drs. H. Siun Ruhan, MHI.
Ustad. Drs. H. Siun Ruhan, MHI.

kupasbengkulu.com – Nazar merupakan janji manusia kepada Allah SWT kerana menghargai nikmat yang diterima dan janji tersebut wajib ditunaikan. Namun benarkah orang yang bernazar adalah orang pelit, karena melakukan suatu amalan harus dengan persyaratan terlebih dahulu? Berikut penuturan Ustad. Drs. H. Siun Ruhan, MHI.

Menurutnya, secara umum nazar terdiri dari 2 macam. Pertama, nazar mu’allaq yakni nazar yang dilakukan untuk memperoleh manfaat. Nazar ini dilakukan dengan bersyarat, jika permintaannya terkabul, maka ia akan melakukan ketaatan.

Misalnya, seseorang yang bernazar dengan meminta kesembuhan. Apabila ia sembuh dari sakit yang dideritanya, maka ia akan bersedekah dengan jumlah tertentu.

Nazar yang kedua, yakni nazar muthlaq adalah nazar yang tidak menyebutkan syarat. Misalnya, seseorang yang bernazar bahwa ia akan bersedekah kepada fakir miskin dengan keikhlasannya tanpa syarat apapun.

Siun menjelaskan, ada hadist yang melarang untuk bernazar mu’allaq, karena nazar tersebut sebenarnya dilakukan tidak ikhlas pada Allah, tujuannya hanyalah agar orang yang bernazar mendapatkan manfaat.

“Orang yang bernazar mu’allaq hanya mau bersedekah ketika penyakitnya sembuh. Jika tidak sembuh, ia tidak bersedekah. Itulah alasan dalam sebuah orang yang bernazar itu disebut orang yang pelit atau bakhil,” terang Siun.

Disisi lain, apabila ada seseorang yang bernazar untuk melakukan shalat lima waktu atau puasa Ramadhan, maka hal itu bukanlah nazar. Sebab sholat dan puasa Ramadhan adalah kewajiban sebagai umat Islam.(beb)