oleh

Bengkulu Miskin Literatur Sejarah

kupasbengkulu.com – Dongeng dan sejarah ,meski sama sama cerita tentang asal usul atau masa lalu namun sebenarnya keduanya jelas berbeda. Banyak kisah yang terjadi di Bengkulu dianggap oleh masyarakat sebagai sejarah namun kenyataannya hanyalah sebuah dongeng. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh sejarawan Bengkulu, Agus Setiyanto.

“Masyarakat Bengkulu masih kerap keliru dengan menyamakan antara dongeng dan sejarah, padahal keduanya jelas berbeda. Kalau dongeng adalah cerita turun temurun tanpa ada dokumen, sementara sejarah adalah cerita dengan dokumen yang jelas. Jadi no document no history” Ungkapnya.

Dia juga menambahkan hal ini juga mempersulit penelitian tentang sejarah di Bengkulu, sebab masyarakat mengatakan banyak sejarah tapi tidak ada dokumen yang cukup untuk membuktikan hal tersebut menjadi sejarah sebenarnya.

“Salah satu contohnya adalah cerita tentang Putri Gading Cempaka, memang ada makamnya tapi itu juga tidak jelas, dan satu lagi cerita tentang Putri Gading Cempaka ini terlalu banyak versi. Kemudian ditambah ada banyak kisah serupa dengan Putri Gading Cempaka di beberapa kabupaten di sini” beber dia.

Padahal menurutnya jika ada dokumen yang jelas maka bisa dilihat dari mana asal usul masyarakat Bengkulu sebenarnya.

“Sayang sekali sebenarnya ini, jadi cerita Putri Gading Cempaka hanya berakhir sebatas dongeng jika tidak ada dokumen. Dulu ada seorang peneliti yang datang ke sini, tapi sekarang sudah meninggal, dia pernah ingin meneliti kebenaran benarkah bahwa putri gading cempaka adalah manifestasi dari buah lada. Karenakan diceritakan dia diperebutkan oleh banyak pihak, saat itu apalagi di Bengkulu ini yang diperebutkan kalau bukan lada, begitu menurut doktor tersebut” demikian Agus.(cr10)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed