Berharap Datang Lagi ke Bengkulu Hingga Cicip Makanan Khas Bengkulu

0
199
Peserta Kemah Bela Negara Provinsi Bengkulu tahun 2022, Foto: Dok
Peserta Kemah Bela Negara Provinsi Bengkulu tahun 2022, Foto: Dok

Kupas News, Bengkulu – Kegiatan Kemah Bela Negara Nasional ( KBN) 2022 telah memasuki hari kelima. Rangkaian kegiatan sudah diikuti oleh seluruh peserta seperti, Napak Tilas, Bakti Sosial Kemasyarakatan, Kegiatan Sehari bersama TNI hingga mengikuti Upacara Hari Bela Negara pada 19 Desember 2022 lalu.

Sebanyak 1200 peserta KBN berkumpul dari berbagai Provinsi di Indonesia bersatu dalam keberagaman  adat dan budaya. Kebersamaan itu tidak hanya nampak antar kontingen saja namun juga dengan pemilik Home Stay (induk semang) tempat mereka menginap.

Demirizky Meucando kontingen asal Sumatra Barat Utara mengaku sangat senang disambut oleh masyarakat setempat dengan hangat. Mereka pun menilai warga disini sangat ramah – ramah dan home stay tempat mereka tinggal juga dirasa nyaman dan lingkungan yang asri.

“Semua warga disini menyambut kami dengan baik, dan induk semang pun memperlakukan kami seperti anak sendiri, sangat cepat bagi kami untuk membaur bersama keluarga dan masyarakat,” kata Rizky, Selasa, (20/12).

Soal makanan, Rizky mengungkapkan di sini memang berbeda dengan daerah asalnya, namun hal itu tidak ia permasalahkan karena dirumah mereka sedari kecil telah diajarkan untuk selalu bersyukur atas apa yang di makan.

“Terkadang ibu di Home stay menawarkan menu apa yang ingin kami makan, namun kami tidak pernah menuntut diluar batas kemampuan ibu di homestay, enak dan tidak enak itu relatif, dan tidak ingin menyusahkan,” ujar rizki.

Tak hanya itu, Gading kontingen asal Sumatera Utara juga mengatakan hal yang sama. Di sela waktu kegiatan resmi, dirinya ikut membantu pekerjaan rumah ditempat ia tinggal, seperti mencuci piring dan menyapu rumah.

“Setiap harinya saya ikut membantu Ibu beres-beres rumah. Bahkan membantu Ibu membuat lontong, karena Ibu pemilik tempat tinggal disini kesehariannya berjualan lontong sayur didepan rumah,” kata Gading.

Gading menceritakan, sewaktu napak tilas, ia bersama rekan tim-nya mengunjungi tempat wisata-wisata yang ada di Kota Bengkulu. Dirinya sempat membeli makanan khas Bengkulu yang berbahan dasar buah durian yang kemudian di olah menjadi Lempuk.

“Saya memang kurang suka buah durian karena aroma nya yang tajam, namun setelah durian di olah menjadi lempuk akhirnya saya jadi bisa merasakan yang namanya buah durian, dan ternyata rasanya enak, perpaduan rasa  durian dan santan,” ujarnya.

Ia berharap usai KBN ini, masyarakat dan desa tempat dirinya tinggal dapat terus maju dan berkembang serta perekonomiannya meningkat.

“Semoga masyarakat dan desa disini juga bisa mengambil nilai-nilai positif dari semua kegiatan kepramukaan kami ini. Seperti kedisiplinan dan kemandirian dan kebersamaan,” katanya.

Rizki dan Gading pada kegiatan ini sama-sama merasa beruntung menjadi bagian dari peserta KBN. Keduanya mengaku jika ada kesempatan akan berkunjung kembali ke Bumi Rafflesia. Tempat dimana banyak wisata-wisata bersejarah yang memiliki histori penting terhadap NKRI.

“Melalui kegiatan KBN ini saya berharap seluruh peserta khususnya diri saya sendiri nantinya akan menjadi kader-kader bela negara yang berkarakter,  kreatif, memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, dan dapat mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif, dan tentunya berharap suatu hari nanti bisa kembali berkunjung ke bumi Raflesia Bengkulu” tutup Rizky.

Editor: Alfridho Ade permana