oleh

biMBA-AIUEO, Tumbuhkan Minat Belajar Anak Sejak Bayi

bimba 468 x 100

kupasbengkulu.com– Wakil Ketua Yayasan Pengembangan Anak Indonesia (YPAI) Wisnu Aji Birowo mengatakan menumbuh kembangkan minat belajar anak sebaik dilaksanakan sejak bayi.  Karena dapat membantu proses belajar anak ketika memasuki usia sekolah. Hal tersebut disampaikannya pada pembukaan pusat pengembangan minat belajar anak biMBA-AIUEO cabang ke 1063 di Kota Bengkulu, Sabtu 15 Februari 2014.

“Karena jika sejak usia dini anak telah dilatih pengembangan minat dan bakatnya, maka selanjutnya anak akan memiliki kesadaran sendiri dalam proses belajar,” katanya.

Menurut Wisnu, ini mendasari YPAI membuat lembaga pengembangan minat belajar anak biMBA- AIUEO. Karena konsep pembejaran sembari bermain yang ditawarkan lembaga ini mampu membuat anak dapat lebih mudah untuk membaca dan berhitung dalam waktu yang singkat.

Belum lagi, menurut Wisnu, usia balita merupakan masa perkembangan emas perkembangan otak seorang anak. Sehingga apa yang diajarkan sejak dini tersebut lebih mudah diserap dan dapat mempengaruhi prilaku anak terutama dalam belajar.

“Kebanyakan proses belajar menggunakan metode verbal, dengan cara mengeja kata-kata menggunakan nyanyian,” jelasnya.

Ia mengatakan, anak yang telah lebih dahulu mendapatkan pengembangan minat belajar, terbukti memasuki usia sekolah akan lebih mudah mengikuti pembelajaran. Apalagi jika mereka telah mampu membaca dan berhitung, maka saat sekolah ia telah jauh meninggalkan teman-temannya yang baru memulai.

Ditambahkan Lys Enrita mitra biMBA AIUEO, keunggulan dari pusat pengembangan bejar anak ini telah dirasakannya sendiri. Melalui sistem pembejaran yang Fun learning membuat anak tidak merasa terpaksa mengikuti pembelajaran.

Belum lagi biMBA AIUEO yang juga telah memiliki ribuan cabang hingga ke luar negeri ini menggunakan individual system,  satu orang guru hanya mendampingi empat orang anak. Sehingga guru dapat memantau anak secara khusus dan lebih fokus.

“biMBA AIUEO juga menawarkan garansi bagi orang tua yang mengambil paket belajar 72 jam sebanyak tiga kali seminggu selama enam bulan, sehingga jika dalam waktu tersebut anak belum dapat membaca maka pihak biMBA memberikan gratis belajar dalam waktu yang sama, jika tetap tidak berhasail maka uang kembali,” jelas Lys Enrita.

biMBA AIUEO juga menawarkan waktu dan jam belajar yang lebih fleksibel. Menyesuaikan waktu orang tua dan anak. Waktu yang lebih fleksibel ini memungkinkan sang anak juga tidak terbebani mengikuti proses belajar.(ae2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed