Minggu, Juni 26, 2022

“Cakar Harimau Jadi Petunjuk Jalan Bila Tersesat di Hutan”

Baca selanjutnya

Jejak harimau/sumber foto: lindapluto.wordpess.com
Jejak harimau/sumber foto: lindapluto.wordpess.com

kupasbengkulu.com – Alam menunjukkan kekuasaan dan tanda-tanda yang luar biasa, yang terkadang tak terpahami oleh nalar manusia. Dalam sebuah diskusi yang digelar Yayasan Genesis, terkait Mitigasi Konflik antara Harimau dan Manusia, ada hal yang menarik bahwasannya bekas cakaran yang ditinggalkan harimau di pohon bukan hanya sekedar tanda teritorialnya, melainkan sebuah petunjuk bagi petualang yang tersesat di hutan.

Disebutkan narasumber dari wildlife Conservation Veterinarian and Wildlife Rescue Unit BKSDA Bengkulu Erni Suyanti Musabine, beberapa masyarakat percaya bahwa bekas cakaran tersebut memang bisa membantu orang yang tersesat, karena bila ditelusuri lebih jauh tanda tersebut akan mengarah ke aliran sungai.

“Ini mungkin mitos masyarakat, tapi beberapa orang, khususnya yang sering menjelajah hutan meyakini bahwa ini akan menyelamatkan mereka saat tersesat. Mungkin logikanya karena harimau juga butuh air, dan mereka membuat tanda menuju ke sana,” ujar wanita yang akrab disapa Yanti ini, Sabtu (20/09/2014).

Harimau Sumatera saat ini berada dalam status Critically Endangered Spesies atau hampir punah, dan dilindungi dalam UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Yanti menyebutkan harimau sesungguhnya memiliki insting yang luar biasa. Harimau tidak akan melukai orang yang berniat baik kepadanya. Harimau hanya akan menerkam apabila dirinya dalam kondisi terdesak, merasa terancam nyawanya, atau bahkan terhadap orang-orang yang pernah dan akan berlaku buruk terhadap kaumnya.

Diceritakan Yanti, pernah dalam sebuah upaya penyelamatan hutan terbakar yang terjadi di daerah Karang Tinggi, tiba-tiba harimau muncul dan menerkam dua orang dari tim yang datang. Sempat ada pertanyaan dari masyarakat sekitar, apakah kedua orang tersebut pernah membunuh harimau. Awalnya pihak keluarga tidak mengaku, namun setelah diselidiki kedua orang tersebut memang pernah membunuh harimau.

“Harimau memang punya insting yang kuat. Bisa dibilang mereka tahu siapa saja yang pernah atau akan berniat jahat kepadanya,” lanjut Yanti.

Bagi yang terbiasa berhadapan dengan harimau, tentu akan cepat merespon keberadaan harimau. Menurut Yanti, bau harimau sangat menyengat, kurang lebih seperti bau kotoran kucing.

“Untuk menyelamatkan diri apabila berhadapan dengan harimau di hutan, bisa dengan berjalan mundur dan tidak melewati jalan yang sama, karena harimau biasanya akan menunggu”, lanjut Yanti.

“Sebisa mungkin kita menjauhkan bau daging dan darah karena harimau akan cepat mencium. Tapi mungkin yang lebih efektif dengan membuat bunyi-bunyian kencang sejenis meriam bambu,” demikian Yanti. (val)

Polairud Gelar Lomba Tenis Meja Sambut HUT Bhayangkara

Kupas News, Kota Bengkulu - Semarak menyambut HUT Bhayangkara ke-76 terus digelorakan jajaran Polda Bengkulu dengan menggelar berbagai kegiatan. Sabtu, 25 Juni 2022, giliran...

Selamat Datang Airlangga

Kupas Artikel - Ucok mengangkat telepon dengan nada tergesa-gesa. Ia mungkin sangat terkejut tumben-tumben saya menelpon. “Siap bos” tutur Ucok menyambut telepon saya. Beberapa...

Bengkulu Tuan Rumah Open Swimming Championship 2022 se-Sumatera

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Rohidin Mersyah membuka kejuaraan Bengkulu Open Swimming Championship se Sumatera Tahun 2022 di Kolam Renang Rafflesia Kota Bengkulu, Jum'at...

Wagub Rosjonsyah Terima Kunjungan Eks Gubernur Jabar

Kupas News, Bengkulu - Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah menerima audiensi mantan Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam rangka investasi di bidang Kopi Bengkulu...

JMSI Apresiasi Kesepakatan Dewan Pers dan Polri Cegah Polarisasi Pemilu 2024

Kupas News, Jakarta – Organisasi perusahaan pers Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menyambut baik kesepakatan Dewan Pers dan Mabes Polri untuk memitigasi polarisasi yang...

Terbaru