oleh

Dahsyatnya Kekuatan Kincir Air dari Sepul Motor CB 125

dang tom
Salah seorang warga Kabupaten Bengkulu Selatan menunjukkan buah karya dari Nurman berupa kincir air.

kupasbengkulu.com – Kita tahu sejak lama bahwa air itu adalah sumber energi yang sangat besar. Sejak dulu orang tahu bahwa energi listrik bisa dihasilkan dari aliran sungai. Namun, Sejauh ini tidak banyak mencoba.

Saat ini, sejak semua serba mahal. Akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), banyak orang yang sudah melirik sumber energi lain untuk menjadi alternatif.

Banyak Jalan Menuju Roma itu lah sepenggal pepatah kuno, yang menjadi pemicu semangat, Nurman (52) seorang petani warga Desa Suka Rami Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan, untuk melahirkan satu karya pemanfaatan energi alternatif untuk penerangan.

Karya yang diciptakan, sosok Nurman merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mini atau kincir air. Dengan kata lain, memanfaatkan aliran anak sungai itu, dirinya bisa menerangi rumahnya dengan lampu. Kincir air itu menghasilkan daya listrik 4.000 watt.

Buah karya itu, diracik dari satu buah sepul bekas motor CB 125, dua buah roda yang terbuat dari kayu guna memutarkan kincir air berdiameter 125 cm.

Nurman mengisahkan, PLTA Mini itu berhasil dibuatnya terinspirasi dari menonton acara di salah satu stasiun televisi, ditambah pengalaman dengan kerabatnya. Sehingga, Nurman memberanikan diri mecoba merakit kincir air yang bahannya hampir semuanya terbuat dari kayu.

Lantas kenapa mesti menggunakan sepul motor CB 125 dan tidak menggunakan dynamo khusus?

Dirinya menjelaskan, jika sepul motor itu lebih awet dan tahan lama, serta sulit untuk terbakar.

”Kalau sepul motor itu, walaupun nantinya volume airnya berkurang pada musim kemarau, sepulnya akan tetap bertahan dan tidak mungkin terbakar. Tapi, kalau dynamo seperti yang dijual di toko-toko, pasti tidak akan bertahan lama dan akan terbakar,” jelas Nurman kepada kupasbengkulu.com, Sabtu (4/102014).

Sistem pengerjaan PLTA mini itu, lanjut Nurman, putaran kincir berdiameter 125 cm yang terbuat dari kayu diputar oleh air yang sedikit dibuat terjunan. Begitu juga dengan sumbu kincirnya yang terbuat dari kayu. Hanya saja, untuk menarik dan memutar serta menggerakan sepul sebagai pengganti dynamo itu, ditarik menggunakan tali ban kipas mesin race milling.

”Kapasitas yang dikeluarkan dari PLTAS Mini saya ini cukup besar mencapai 4.000 watt, dengan delapan buah bola lampu dan satu unit TV beserta reciver parbola yang ada ini sangat ringan dan berlebih,” demikian Nurman.

Penulis : Fatrul Tantomi, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed