Sabtu, Juni 25, 2022

Dalam Kemiskinan, Menaruh Asa Anak Bisa Sekolah Tinggi

Baca selanjutnya

Rumah Keluarga Benny

kupasbengkulu.com- Siang yang teduh di rumah sederhana milik pasangan Benny Antonius dan Lasmina, yang berada di Desa Linggar Galing, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Angin sepoi mengiringi tarian daun karet dan sawit di perkebunan tempat pasangan muda ini menumpang lahan.

Di rumah ukuran 2,5 x 5 meter yang didirikan tahun 2011 inilah Benny dan Lasmi tinggal bersama buah hati mereka. Rupanya pertemuan keduanya 12 tahun lalu saat sama sama bekerja di perkebunan, berlanjut ke mahligai pernikahan.

“Anak pertama saya sekarang sudah kelas 5 SD, yang kedua masih 3 tahun. Sebelum tinggal di sini kami tinggal di rumah mertua yang kondisinya hampir sama seperti ini,” tutur Lasmi.

Rumah yang berlantai tanah ia beri karpet seadanya. Kadang keluarga kecil ini tak dapat lelap tidur jika hujan melanda, atap rumah yang separuh rumbia separuh seng tua kerap bocor.

Sumber air yang jauh memaksanya harus minta ke tetangga atau pergi ke sungai jika ingin memasak.

Jika ingin buang air pun harus mencari tempat “aman” di semak tak jauh dari rumah.

Setiap hari suaminya membanting tulang sebagai pekerja harian lepas, yang gajinya tak seberapa.

“Kami berdua cuma tamatan SD, jadi ya cuma bisa jadi buruh, mau bertani tak punya tanah. Mendirikan rumah saja kami numpang lahan,” tambahnya.

Lasmi menyadari hidup tanpa pendidikan kini telah membuatnya tak dapat berbuat banyak untuk mencari nafkah. Maka kini ia bertekad untuk menyekolahkan buah hatinya setinggi mungkin.

“Saya hampir tak berani bermimpi tentang masa depan anak anak. Tapi saya terus berdo’a dan berharap dengan menyekolahkan mereka kelak setinggi mungkin, mereka bisa hidup layak,” harapnya dengan mata berkaca.

Besar harapannya agar sang buah hati dapat menerima bantuan biaya pendidikan, demi masa depan yang lebih baik.

Bukankah atas kondisi ini buah hatinya berhak mendapat tanggungan dari negara.

Masih banyak warga Bengkulu Tengah yang hidup di bawah garis kemiskinan, keluarga Benny dan Lasmi hanya satu diantaranya. Berdasarkan data Desa, di Desa ini terdapat 130 rumah serupa, yang menunggu sentuhan bantuan dari pemerintah.(**)

penulis : evi valendrie, Bengkulu Tengah

Selamat Datang Airlangga

Kupas Artikel - Ucok mengangkat telepon dengan nada tergesa-gesa. Ia mungkin sangat terkejut tumben-tumben saya menelpon. “Siap bos” tutur Ucok menyambut telepon saya. Beberapa...

Bengkulu Tuan Rumah Open Swimming Championship 2022 se-Sumatera

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Rohidin Mersyah membuka kejuaraan Bengkulu Open Swimming Championship se Sumatera Tahun 2022 di Kolam Renang Rafflesia Kota Bengkulu, Jum'at...

Wagub Rosjonsyah Terima Kunjungan Eks Gubernur Jabar

Kupas News, Bengkulu - Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah menerima audiensi mantan Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam rangka investasi di bidang Kopi Bengkulu...

JMSI Apresiasi Kesepakatan Dewan Pers dan Polri Cegah Polarisasi Pemilu 2024

Kupas News, Jakarta – Organisasi perusahaan pers Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menyambut baik kesepakatan Dewan Pers dan Mabes Polri untuk memitigasi polarisasi yang...

Polemik PT. Pamor Ganda Kian Panas, DPW LIRA dan Perwakilan Masyarakat Temui GTRA Bengkulu

Kupas News, Bengkulu - Konflik warga Ketahuan vs PT Pamor Ganda belum tuntas, Gubernur Rohidin meminta para pihak terkait melakukan validasi data penerima kebun...

Terbaru