oleh

Data Pemilih Semrawut, Orang Meninggal Dapat Undangan Nyoblos

kupasbengkulu.com  – Data pemilih untuk Pemilu Presiden (Pilpres) yang berlangsung besok masih semraut. Hal itu terlihat dari masih banyaknya data yang keliru, orang yang telah meninggal malah mendapat undangan untuk mencoblos. Ada pula pemilih yang sudah pindah domisili, namun mendapat undangan di TPS asalnya, seperti yang diungkapkan anggota KPPS TPS 1 Kelurahan Jalan Gedang, Syofyan Effendi S.Sos.

“Contohnya almarhumah Ibu Zainiah yang merupakan mantan Kepala SDN 21, beliau sudah meninggal tapi undangan untuk dia masih ada. Lalu ada juga undangan untuk orang yang alamat RT nya jauh disana dan pemilih TPS lain, tapi datanya masuk dalam data pemilih TPS kami,” ujar Syofyan, Selasa (8/7/2014).

Ada pula anak kost yang sudah tidak berdomisili di RT. 2, namun undangannya masih ada. Pihaknya mengaku kebingungan dengan pendataan tersebut, ia berpendapat semestinya data pemilih harus valid dengan keberadaan orangnya.

Disisi lain, Ketua Panwaslu Kota Bengkulu, Ir. Sugiharto tidak membantah hal tersebut. Menurutnya dari temuan anggota PPL kejadian tersebut memang nyata terjadi, namun ia meyakinkan jumlah margin error-nya tidak banyak. Ia juga menjelaskan kekeliruan itu dapat saja terjadi akibat penggabungan TPS, karena pada Pilpres jumlah TPS dikurangi. Sebelumnya pada Pileg 9 April lalu jumlah TPS sebanyak 677 TPS, sedangkan pada Pilpres besok ada pengurangan 12 TPS, sehingga berjumlah 665 TPS.

“Kekeliruan itu bisa saja terjadi, seperti di wilayah Kelurahan Anggut Bawah, yang kini TPS hanya 2, padahal saat Pileg lalu TPS sekitar 4 buah. Panitia KPPS juga berkewajiban melakukan pengecekan ulang dan mencoret nama warga yang telah meninggal atau pun pindah domisili namun masih masuk daftar pemilih,” demikian Sugiharto. (beb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed