Kamis, Februari 29, 2024

Desa Cinto Mandi Kepahiang Gelar Rembuk Penanganan Stunting

Desa Cinto Mandi Kepahiang Gelar Rembuk Penanganan Stunting

Tue, 01/02/2024 – 11:22

Rembuk Penanganan Stunting Desa Cinto Mandi, Kepahiang, Selasa, 2 Januari 2024, Foto: Dok

Kupasbengkulu.com – Pemerintah Desa Cinto Mandi, Kabupaten Kepahiang menggelar rembuk penanganan stunting sebagai langkah serius dalam menangani masalah gizi buruk pada anak-anak, Selasa, (02/01/2024)

Rembuk yang berlangsung di Balai Desa ini turut dihadiri perwakilan PMD Kepahiang, Camat Bermani Ilir, LPM, UPTD Puskesmas, BPD dan Anggota, TP PKK Cinto Mandi, Bidan Desa, KPM, Kader Posyandu termasuk tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Rembuk ini merupakan salah satu rangkaian pramusyawaratan desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2024. Pemerintah desa sebagaimana amanat pemerintah pusta dan kabupaten juga diwajibkan untuk memprioritaskan penggunaan dana desa tahun 2024 untuk pencegahan dan penanganan stunting. 

“Program ini harus dilaksanakan secara terpadu, terkoordinasi oleh berbagai lintas sektor,mengingat urgensi persoalan stunting ini, maka diwajibkan Bagi Desa menuangkan dalam RKP Desa dan APBDes untuk memastikan adanya program penanganan dan pencegahan stunting” kata Kepala Desa Cinto Mandi, Ediyansah.

Stunting atau pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan standar usianya akibat gizi buruk, menjadi perhatian serius di Pemerintah Desa Cinto Mandi. Dalam rembuk ini, pemerintah desa bersama dengan pihak terkait mengumpulkan berbagai ide dan strategi untuk memitigasi permasalahan ini.

“Kami menyadari bahwa stunting dapat berdampak besar pada masa depan anak-anak kita. Oleh karena itu, melalui rembuk ini kami berharap dapat mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah gizi buruk” ujar Ediyansyah.

Menurut laporan KPM, data kondisi gizi anak di Desa Cinto Mandi pada Januari-Maret Tahun 2023 adalah sebagai berikut: Balita umur 0-6 bulan: 4 orang, Balita umur 13-24 bulan: 7 orang, Status Balita umur 7-12 bulan: Gizi Kurang: 2, Gizi Buruk: 2, Stunting: 0, Status Anak umur 24-59 nulan: Gizi kurang: 1, Gizi buruk: 2, Stunting: 2, Balita umur 13-24 bulan: 7 orang, Balita umur 24-59 bulan: 28 orang, Status Balita umur 2-4 tahun: Gizi Kurang: 2, Gizi Buruk: 0, dan Jumlah Ibu Hamil: 2 Orang

Ediyansyah menjelaskan, saat rembuk ada beberapa saran dan masukan dari Kader Posyandu, Tokoh Masyarakat  agar fasilitas dan pelayanan dari Posyandu ditingkatkan. Kedepan juga perlu ditingkatkan kesadaran agar ibu dan bayi ke Posyandu untuk mengetahui tumbuh kembang bayi dan balita. 

“Karna tumbuh kembang bayi dan balita sanggat penting untuk mencegah terjadinya Stunting” kata Ediyansyah.

Berikut hasil Rembuk Stunting Desa Cinto Mandi Kabupaten Kepahiang: 

Penyampaian konvergensi percepatan dan pencegahan stunting Desa Cinto Mandi
Penyampaian usulan prioritas berdasarkan laporan capaian konvergensi stunting
Beberapa permasalahan dan aspirasi akan disampaikan pada acara lokakarya dan Musyawarah Desa (Musdes) Penyusunan RKPDesa Tahun 2024
Penanganan stunting jadi perhatian khusus dan Pemerintah Desa Cinto Mandi berkomitmen dalam menurunkan angka stunding dan gizi buruk pada anak-anak.

Editor: Riswandi

Desa Kita 

Related

Lawakan Felix Seda yang Lecehkan Najwa Sihab Berakhir Minta Maaf

Lawakan Felix Seda yang Lecehkan Najwa Sihab Berakhir Minta...

Kalah dari Jepang, Indonesia Masih Berpeluang Lolos ke Babak 16 Besar Jika Ini Terjadi

Kalah dari Jepang, Indonesia Masih Berpeluang Lolos ke...

Bawaslu Seluma Ingatkan Program Pemerintah Tidak Dijadikan Ajang Kampanye

Bawaslu Seluma Ingatkan Program Pemerintah Tidak Dijadikan Ajang Kampanye ...

Bawaslu Seluma Ingatkan Program Pemerintah Tidak Dijadikan Ajang Kampanye

Bawaslu Seluma Ingatkan Program Pemerintah Tidak Dijadikan Ajang Kampanye ...

DPMD Seluma Segera Tindaklanjuti Penguduran Diri Kades Kungkai Baru

DPMD Seluma Segera Tindaklanjuti Penguduran Diri Kades Kungkai Baru ...