Sabtu, Januari 22, 2022

Dewan Desak Gubernur Bentuk Tim Ihwal Konflik Tambang di Seluma

Baca selanjutnya

Kupas News – Konflik Tambang Pasir Besi Seluma versus masyarakat kian meluas. Setelah Koalisi Selamatkan Pesisir Barat Sumatra menggelar aksi di depan kantor gubernur, giliran anggota DPRD Provinsi Bengkulu yang bersikap, Selasa, (04/01)

Melalui Usin Abdisyah Putra Sembiring, DPRD mendesak Gubernur Rohidin Mersyah segera membentuk tim guna menuntaskan konflik tambang pasir besi di Seluma. Tim dibentuk untuk mencari solusi agar konflik tidak berkepanjangan dan menghindari tindakan fatal di lapangan.

Soal perizinan tambang, kata Usin adalah ranah pemerintah pusat dan gubernur yang merupakan sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, dengan demikian gubernur memiliki kewenangan untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam bentuk hal apapun terkait perizinan tambang.

“Kalau ini masih bermasalah hentikan dulu (aktifitas tambang pasir besi), karena gubernur punya kewenangan, gubernur sebagai pemerintah pusat, gubernur sebagai pemerintah daerah dan memiliki kewenangan untuk menghentikan aktifitas itu sementara,” sebut Usin.

Usin turut menyayangkan statemen gubernur yang justru meminta para pendemo menyampaikan sendiri dugaan pelanggaran yang dilakukan tambang pasir besi di Seluma. Seharusnya, tambah Usin, yang mencari data dan fakta itu adalah LHK, ESDM, Disnaker serta OPD-OPD yang berkaitan dengan konflik tambang dengan masyarakat.

“Mestinya gubernur merespon dengan membentuk tim, memanggil  OPD-OPD terkait dengan pertambangan dengan perizinan dan lingkungan hidup. Lalu kemudian meminta bagaimana pendapat mereka, jadi sekiranya gubernurlah yang harus memerintahkan mereka untuk mencari fakta. Bukan memerintahkan orang yang demo” terang Usin.

Sebelumnya pada aksi demonstrasi yang digelar Koalisi Selamatkan Pesisir Barat Sumatra pada Senin, 03 Januari 2021 meminta gubernur merekomendasikan penutupan tambang pasir besi di Seluma. Mempertanyakan legalitas perizinan tambang. Kemudian mereka juga menyatakan atas kerugian masyarakat Seluma baik dari lingkungan hidup bahkan konflik sosial.

Aksi itu kemudian ditanggapi gubernur Rohidin Mersyah dengan turun langsung menemui para pendemo. Pihaknya menurut Rohidin sudah merespon dengan melakukan monitoring terkait konflik tambang dengan masyarakat di Seluma.

Ia telah memerintahkan OPD terkait untuk berkoordinasi dengan Pemkab Seluma. Hanya saja, Pemkab Seluma sejauh ini masih menggaransikan penyelesaian permasalahan tersebut di tingkat daerah.

Terkait tuntutan untuk dilakukan penutupan, Rohidin menyebutkan tidak mungkin dilakukan apabila tidak disampaikan data-data masalah yang terjadi di tambang pasir besi Seluma. Data meliputi terkait pelanggaran lingkungan hidup, perizinan, dan konflik sosial di tengah masyarakat.

“Cabut izin, rekomendasi hentikan perizinan, stop kegiatan penambangan, keluarkan peralatan di lokasi tambang. Itu semua tidak mungkin dilakukan kalau tidak ada narasi data disampaikan kepada saya” kata Rohidin. [RS]

- Advertisement -

Telkomsel Orbit Solusi Internet Murah, Bisa Dibawa Kemana Saja

Kupas News – Telkomsel Orbit merupakan layanan broadband rumah berbasis modem wifi. Orbit memiliki kualitas jaringan seluler terbaik dengan paket data yang bisa diandalkan...

Gubernur Bengkulu Tolak Rencana KemenpanRB Hapus Tenaga Honorer

Kupas News – Rencana penghapusan tenaga honorer oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) mulai tahun 2023 mendatang, di semua instansi pemerintahan,...

Lantik Pejabat Baru, RSHD Naik Tipe C Targetkan Inovasi dan Kebahagiaan

Kupas News – Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Rumah Sakit Umum Daerah Harapan dan Doa (RSUD HD) ke-8. dr Lista Cherlyviera secara resmi...

Lelang Pengelolaan Pasar Panorama Rampung Sebelum HUT Kota Bengkulu

Kupas News – Pemerintah Kota Bengkulu matangkan rencana lelang Pasar Panorama. Dua bulan kedepan, pemkot targetkan pasar panorama selesai dilelang dan segera di perbaiki...

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Kekerasan Seksual Bocah 10 Tahun di Manado

Kupas News – Polisi masih menyelidiki kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa bocah 10 tahun berinsial CT di Manado, Sulawesi Utara. Dalam kasus ini,...

Terbaru