oleh

Dipicu Teman Perempuan Berurusan Kepihak Hukum

Pelaku saat diperiksa penyidik
Pelaku saat diperiksa penyidik

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Akibat menampar seorang perempuan, Ar (17) Pelajar SMA warga Kota Manna ini terpaksa harus berurusan dengan hukum. Persoalan ini dipicu oleh seorang perempuan yang ber-nama Eza Rolita (17) juga warga Kota Manna.

Sehingga terjadi perkelahian diantara beberapa pemuda pelajar di Kabupaten Bengkulu Selatan ini. Perkelahian lima orang pemuda itu terjadi di lapangan basket jalan jendral Sudirman tanah lapang Manna. Bahkan 3 diantaranya harus berhadapan dengan pihak kepolisian Mapolsek Kota Manna.

Data terhimpun, Ar (17) pelajar SMA warga Kota Manna ini memukul dan menampar wajah Eza Rolita, yang dianggap pemicu perkelahian tersebut. Tmparan sebanyak dua kali yang mendarat di pipi itu membuat Eza Rolita (17) terjatuh. Tak terima, Eza lalu melaporkan Ar ke Mapolsek Kota Manna untuk diproses hukum.

Diungkapkan rekan Ar, Re (15) pelajar SMP yang ikut diamankan di Mapolsek Kota Manna, sebelum kejadian sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (13/3/205). Korban Eza mengirim sms ke nomor handphone Ar untuk meminta putus dari Re yang tak lain pacar korban. Meskipun Re tidak mengetahui penyebabnya tapi Re tetap menjawab sms Eza dan mengiyakan ajakan putus tersebut. Namun ketika Re sedang kumpul dengan temannya, Eza menelpon dan mengajak bertemu di Lapangan Basket Tanah Lapang.

Karena terus didesak oleh Eza untuk datang, Re dengan ditemani Ar, dan Ok (15) menghampiri Eza di Lapangan Basket sekitar pukul 21.05 WIB Kamis sore, (12/3/2015). Tiba dilokasi, Re langsung dihampiri oleh Erik (16) yang saat itu datang bersama Eza kemudian terjadilah dorong mendorong antara keduanya.

Sementara temannya Ar berhadapan dengan teman Erik yang ber-inisial Yu (17) lalu leher Ar dicekik oleh Yu. Melihat itu, Re dan Ok mencoba memisahkan keduanya.

”Melihat kjejadian itu, Eza pun tak berhenti menangis.Lalu Eza saya suruh pulang, tapi tetap tidak mau. Sekelompok pemuda yang sedang nongkrong tak jauh dari lapangan basket pun berdatangan. Salah seorang diantara mereka yang mengaku masih bersaudara dengan Eza langsung menarik rambut saya dan membenturkan wajah saya ke semen. Saya dan Ar lalu dibawa ke polsek,” kata Re.

Diakui oleh Ar dirinya memang menampar wajah Eza sebanyak 2 kali. Hal itu dilakukan Ar lantaran kesal dan menganggap Eza sebagai penyebab perkelahian mereka. Ar juga mengakui sudah membawa parang yang diarahkannya pada Eza ketika ditanya penyebab perkelahian mereka oleh warga.

”Saya kesal dengan dia (Eza), gara-gara dia kita berkelahi. Kalau Eza tidak memaksa bertemu tidak akan terjadi perkelahian. Parang saya bawa hanya untuk jaga-jaga, tapi tidak saya gunakan,” aku Ar.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Abdul Muis melalui Kapolsek Kota AKP Andor Lumban Raja, didampingi Kanitreskrim Ipda R Ginting, mengatakan Ar dan Re diamankan atas kasus dugaan penganiayaan terhadap korban atas nama Eza.

Keduanya diamankan sekitar pukul 00.30 WIB Jumat (13/3) setelah polisi mendapat informasi jika sudah terjadi perkelahian di Lapangan Basket Jalan Jenderal Sudirman. Saat ini keduanya resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ikut diamankan barang bukti berupa parang.

”Korban dengan diantar keluarganya melapor jika sudah ditampar oleh Ar saat perkelahian antara Erik Cs dengan Ar Cs. Mereka ini bertiga tapi yang satu langsung kabur saat kejadian. Sedangkan Ar dan Re kita amankan untuk dimintai keterangan. Sementara ini keduanya dijerat dengan pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2009,” tutup Ginting.(tom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

4 × 4 =

News Feed