Selasa, Oktober 4, 2022

Dirjen Bimas Islam Minta Salat Berhadiah Dihentikan

Baca selanjutnya

Direktur Jenderal Bimbingan Islam, Kementerian Agama, Prof Abdul Djamil.
Direktur Jenderal Bimbingan Islam, Kementerian Agama, Prof Abdul Djamil. (Foto : Istimewa)

kupasbengkulu.com — Kebijakan Walikota Bengkulu memberikan hadiah mobil bagi umat Islam yang ikut Salat Zuhur berjamaah, tak perlu dilanjutkan. Karena kebijakan itu dianggap menyesatkan tujuan umat Islam melaksanakan salat.

Direktur Jenderal Bimbingan Islam, Kementerian Agama, Prof Abdul Djamil menyayangkan Walikota Bengkulu yang menerbitkan aturan tersebut. Padahal perintah salat sudahlah tegas disampaikan dalam Al-Quran.

“Ganjaran bagi yang melaksanakan salat itu sudah ada. Hukuman bagi yang meninggalkan salat juga sudah tegas. Jadi tidak perlu ditambah dengan hadiah-hadiah,” ujar Abdul Djamil saat ditemui di kantor Kementerian Agama, Jakarta, (13/2).

Mantan Rektor UIN Walisongo mengatakan pemberian hadiah yang dijanjikan Walikota Bengkulu untuk salat berjamaah bisa menjadi salah tafsir. Iming-iming hadiah itu pun bisa menyesatkan jamaah Salat Zuhur.

Dengan begitu, lanjut Djamil, menghidupkan salat jamaah yang diharapkan dalam kebijakan itu pun tidak tercapai. Justru menumbuhkan semangat materialistis dari masyarakat Kota Bengkulu, terutama dalam kaitan melaksanakan salat.

“Sudah tegas dalam Al-Quran itu segala sesuatu diukur dalam niatnya. Memberkan hadiah itu bisa menjadi sarana pembelokan niat jamaah. Dan itu tidaklah mendidik,” terangnya.

Abdul Djamil meminta kebijakan tersebut dihentikan saja. Walikota Bengkulu bisa mencari pola lain untuk tujuan menghidupkan salat berjamaah. Misalkan mengembangkan dakwah yang lebih masif bagi umat Islam.

Ketua Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) KH Abdul Manan A Ghani pun memprotes kebijakan tersebut. Mengajak salat berjamaah dengan iming-iming hadiah mobil sangatlah menyesatkan.

Tak sepatunya, sambung dia, Pemerintah Daerah menghadirkan kebijakan yang seperti itu. Perintah salat sudah tegas aturannya. Sanksi bagi umat Islam yang meninggalkan pun sudah ada. Tidak perlu menambahkan dengan iming-iming apapun.

“Ganjaran pahala berlipat bagi yang salat jamaah itu lebih berharga dari iming-iming hadiah. Itu jelas kebijakan yang tak patut dicontoh. Hentikan saja,” pintanya.

Lebih lanjut ulama NU itu mengatakan banyak kebijakan yang bisa dilahirkan bermanfaat bagi mengajak umat Islam salat berjamaah. Tidak perlu melalui iming-iming hadiah.

Seperti diketahui Walikota Bengkulu, Helmi Hasan menjanjikan hadiah umrah dan mobil Inova bagi jamaah yang ikut Salat Zuhur berjamaah. Bagi peserta yang ikut pun harus mengisi biodata pada formulir yang disediakan panitia. Sungguh memilukan kebijakan Walikota Bengkulu ini. (**)

Sumber : Website Kemenag RI

Ketua Komisi II Ingin Bengkulu Jadi Lumbung Atlet Terbaik

Kupas News, Kota Bengkulu – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, Jonaidi, SP berharap Bengkulu ke depan dapat menjadi daerah lumbung atlet...

Pemprov Bengkulu Minta Bhabinkamtibmas Ikut Sosialisasikan Migrasi TV Digital

Kupas News, Kota Bengkulu – Sebagai aparat kepolisian yang dekat dengan masyarakat, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta kepada jajaran Bhabinkamtibmas untuk pro aktif mensosialisasikan...

Gubernur Rohidin Buka Kejurda Atletik Pelajar Se-Provinsi Bengkulu

Swafoto Gubernur Rohidin (tengah kanan memakai celana jeans biru) usai Buka Kejurda Atletik Pelajar Se-Provinsi Bengkulu di Stadion Sawah Lebar Kota Bengkulu, Senin, 3...

Polisi Tangkap 3 Orang Resepsionis Kafe yang Terlibat Perdagangan Anak

Kupas News, Kota Bengkulu - 3 orang pelaku dugaan perdagangan orang atau eksploitasi seksual anak dibawah umur ditangkap Satreskrim Polres Bengkulu, Minggu (2/10) dinihari. Dari...

Presiden dan MK Harus Menolak Intervensi Penggantian Hakim Aswanto

Kupas Bengkulu - Peristiwa pemberhentian Hakim Konstitusi Aswanto yang kemudian memunculkan nama Guntur Hamzah selaku penggantinya oleh Komisi III DPR RI tidak melalui mekanisme...

1 KOMENTAR

Komentar ditutup.

Terbaru