oleh

Drama Perampokan, Lompat Tembok Empat Meter, Sempat Duduk di Daun Pisang

rampok
Bos salah satu SPBU Bengkulu Selatan, Zulkan Zaman (55)

kupasbengkulu.com – Aksi perampokan di kediaman Bos SPBU, Zulkan Zaman (55) jalan Letnan Tukiran RT 12 Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Senin (25/8/2014), diduga melibatkan orang dalam.

(Baca juga : Rumah Bos SPBU Dirampok, Rp 40 Juta dan Emas Senilai Rp 500 Juta Melayang)

”Saya menduga pelaku ini kenal saya dan tahu saya lagi pergi,” kata Zulkan yang akrab disapa Man Yamit, Selasa,(26/8/2014).

Ia menjelaskan, dari empat pelaku pelaku juga diduga mengetahui seluk beluk di lingkungan keluarganya, yang mana uang hasil penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU dan tokonya dibawa pulang ke rumahnya.

”Biasanya seminggu tiga kali saya setor ke bank, dan tidak pernah saya bawa pulang. Dan jumat kemarin kebetulan uang tidak disetorkan ke bank, dan dibawa pulang ke rumah,” jelas Man.

Keganjilan lainnya, terang Man, saat pelaku berhasil masuk ke rumahnya dan langsung menuju dan mendobrak kamar pribadinya yang saat itu ditiduri anaknya David (25), bukan ke kamar lain. Bahkan, meminta David mengetuk pintu kamar yang ditunggu bibiknya, Helmi (54), Egi (6) dan sang nenek, Aliya (90) agar membuka kamar.

”Pelaku juga kan ngomong ‘Masa orang kaya cuma segini, mana yang lain’ seolah tahu kalau uang hasil dari SPBU dan toko yang biasa saya setor dibawa anak saya pulang,” tambah Man.

Usai berhasil memanjat tembok belakang rumah setinggi sekitar 4 meter, jelas Man, pelaku diduga kuat bukan masuk lewat pintu samping kanan rumahnya. Melainkan dari pintu belakang, dengan terlebih dahulu mencongkel jendela menggunakan benda tajam.

Pasalnya, kata dia, terdapat bekas congkelan di jendela lalu membuka pintu sebelah kanan dan pintu dapur. Man menyakini, jika pelaku kabur bukan lewat pintu depan melainkan lewat belakang dengan kembali memanjat dinding tembok, dengan menggunakan tangga dari papan jungkitan untuk mainan anak kecil.

”Saya tadi sudah cek keliling sekitar, mereka kemungkinan lewat belakang lagi, kalau lewat depan pasti ramai. Soalnya ada tumpukan pelepah pisang seperti bekas didudukin, sepertinya mereka menunggu disana, sementara petugas jaga rumah saya tanya tadi dia jaga keliling rumah juga mengaku tidak melihat apa-apa,” ujar Man.

Kapolres BS AKBP Abdul Muis melalui Kasat Reskrim AKP. Farouk Oktora mengatakan, penyidik terus menyelidiki kasus dugaan perampokan.

”Kita terus menyelidiki kasus ini,” tutup Farouk.(tom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

7 + three =

News Feed