oleh

Email Mbak Suci, Membuatku Nyaris Menangis…

Munir/sumber foto: baranews
Munir/sumber foto: baranews

Satu email masuk, tertulis berasal dari Suciwati, aku terkejut karena aku tak memiliki teman bernama Suciwati, namun aku sungguh mengenal Suciwati itu adalah istri dari Almarhum Munir seorang pejuang HAM yang meninggal karena diracun oleh manusia pengecut.

Aku mengenal Suciwati dari media massa dan sebuah buku berjudul “Sebuah Kitab Melawan Lupa” yang menuliskan kisah Munir meninggal saat menuju  Belanda karena diracun.

Berikut surat dari Mbak Suci yang saya kagumi itu:

Firmansyah,

Apa kabar? Hari ini tepat sepuluh tahun lalu, Alief dan Diva dipaksa kehilangan abahnya. “Ibu, mengapa abah dibunuh?” tanya mereka kian terdengar saat beranjak remaja. Saya tak selalu bisa menjawabnya.

“Kamu dendam gak sih sama yang bunuh abah?” tanya saya.

“Yaa ngga, dendam itu tidak baik, dendam itu dosa,”

“Doakan saja semoga dia dapat hidayah dari Allah” jawab Alief.

Ah, kita memang bukan generasi pendendam. Maka hukum disuarakan. Tapi kita harus memperjuangkan “impian” hukum itu, keadilan, meski penguasa menganggapnya “bahaya”.

Saya ingin terus mencatat langkah-langkah perjuangan. Salah satunya dalam bentuk petisi ini adalah bagian dari perjuangan yang membentang itu. Bubuhkan namamu ya!

Seniman, mahasiswa, hingga warga biasa memperingati 10 tahun kepergian abah mereka di seluruh dunia. Dari protes jalanan di Malang, warung kopi di Jakarta, sampai aksi mendaki gunung Ainslie di Canberra, diskusi dan protes di Sydney dan Melbourne.

Kamu tentu ingin ada keadilan di Indonesia. Kamu tentu juga ingin pemimpin negara kita peduli dan berani menegakkannya. Kamu bisa juga ingatkan mereka melalui media sosial. Di hari ini, saya ajak kamu pilih & sebar kalimat ini:

Mari ingatkan Pak @Jokowi_do2 Pak @SBYudhoyono agar adili aktor utama kasus Munir. Paraf petisi change.org/Munir

Pak @Jokowi_do2 mohon tuntaskan ujian sejarah Pak @SBYudhoyono. Ungkaplah dalangnya. Agar Indonesia adil #10thnMunir

Mari ingatkan Pak @Jokowi_do2 Pak @SBYudhoyono agar berani ungkap kebenaran. Agar tak takut pada keadilan #10thnMunir

Pak @Jokowi_do2 mohon tuntaskan ujian sejarah Pak @SBYudhoyono. Ungkaplah dalangnya. Demi keadilan” #10thnMunir

Makasih ya. Dukungan dan namamu adalah penguat langkah!

Salam,

Suciwati

@SuciwatiMunir

Usai membaca ini aku nyaris menangis dan bulu romaku tak berhenti merinding. Aku membayangkan bagaimana jika posisiku adalah Alief atau Diva buah cinta Cak Munir dan Suciwati.

10 tahun keadilan itu belum juga tiba menyapa Keluarga Cak Munir dan juga seluruh Bangsa Indonesia.

Cak Munir tak sendiri, ada Udin Jurnalis Berita Nasional (Bernas), Wiji Tukul, termasuk beberapa orang lainnya yang hingga hari ini tak jelas dimana keberadaannya.

Setidaknya Dua periode pemimpin Presiden SBY dan sebentar lagi akan dipimpin oleh Joko Widodo. Besar harapan rakyat agar presiden baru dapat segera memberikan dahaga keadilan bagi Mbak Suci sekeluarga juga Bangsa Indonesia.

Tak ada dendam dalam diri keluarga Cak Munir, namun mereka membutuhkan kepastian hukum. Cak Munir, Mbak Suci, Alief dan Diva, pertanyaan mu adalah pertanyaan kami pula pada pemimpin bangsa ini.

Firmansyah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

one + 3 =

News Feed